7liveasia

pokerepublik

pokerlounge


Maxbet  Kaskus303
Indobokepz - Indonesian Movie and Picture Community





Alpha4D Bola54
pokerace99 togelplus
AonCash AonCash
tglplus
pokerclub BandarJakarta
Royal188 Fairbet88
Royal188 raja303

 

Results 1 to 9 of 9
  1. #1
    Just Married Klawu's Avatar

    Join Date: Jul 2010

    Posts: 301

    Thanks: 105

    Thanked 661 Times in 114 Posts

    Post Arfah Gadis Berjilbab

    Joni membanting tasnya di atas tempat tidur. Seharian ini ia dibuat pusing. Pasalnya ada lagi penghuni kosnya yang bikin suasana jadi suasana jadi dingin. Baru sebulan yang lalu tiga orang gadis berjilbab, mahaiswi UI kos di rumah orang tuanya ini. Sekarang muncul lagi gadis berjilbab, pakai cadar lagi. Lebih-lebih kemarin ia sempat dibentak-bentak, karena ikut nimbrung ngobrol di ruang tamu dengan keempat gadis berjilbab itu.

    Hari ini dia mau membuat perhitungan. Sore itu gadis bercadar yang bernama Arfah itu baru pulang kuliah. Ia mengenakan gamis panjang hitam, jilbab hitam dan cadar hitam. Joni sudah tahu dari ibunya, bahwa gadis bercadar itu adalah yang paling cantik di antara empat gadis berjilbab yang kos di rumahnya. Saat gadis itu mau masuk kamarnya. Kebetulan kos lagi sepi. Dengan mengendap-endap, Joni mengikuti Arfah dari belakang. Tepat ketika Arfah membuka g****g pintu kamarnya, Joni memeluk Arfah dari belakang.clurit yang dibawanya dikalungkan ke leher gadis berjilbab itu.

    “Aih, apa-apaan ini!” Jerit gadis itu kaget.

    “Diam, kalau enggak mau mati, turutin apa yang gua mau!” Gadis berjilbab itu kelihatan takut sekali.

    Mata di balik cadarnya itu melotot agak kemerahan. Joni tidak mau membuang waktu. Tangan kirinya tetap memegang clurit, sementara tangan kanannya sibuk meremas-remas tetek gadis berjilbab itu dari balik jilbab dan gamisnya. Terasa kenyal-kenyal sekali. Arfah cuma bisa merintih ketakutan. Nafsu Joni makin tidak karuan. Segera ia menutup pintu, dan menyuruh gadis berjilbab itu telentang di atas kasur.

    “Jangan, jangan ganggu saya. Saya bisa malu sekali. Tolong!”

    Joni tidak perduli. Dengan kasar, ia menarik kain jilbab gadis itu dan diselempangkan di atas pundaknya, sehingga terlihat dua tetek gadis berjilbab itu yang menggunduk di balik gamis hitamnya. Dengan penuh nafsu Joni membuka kancing bagian atas gamisnya hingga keperut. Lalu disibakkan gamis yg sudah terbuka kancingnya itu, sehingga terlihatlah BH putih yang dikenakan gadis bercadar itu membungkus dua gundukan teteknya yang besar dan menantang. Masih belum puas, Joni menarik ke atas gamis gadis itu dari arah bawah, hingga ke atas perut. Ternyata, Arfah tidak mengenakan rok dalam, sehingga terlihatlah betis dan dua bongkah paha putih mulus milik gadis berjilbab itu.

    “Auh tolong, jangan diteruskan, sama malu sekali!” Gadis berjilbab itu berteriak.

    Joni tidak perduli. Matanya menatap ganas ke arah gundukan memek gadis berjilbab itu yang kini hanya tertutup celana dalam putih yang agak tipis, sehingga terlihat kehitaman bulu jembutnya, dengan daging memek yang menggunduk indah sekali.

    Melihat gadis yang masih mengenakan jilbab dan cadarnya, namun bagian tubuh bawahnya nyaris telanjang, Joni menjadi semakin bernafsu. BH Arfah di tarik dengan kasar, sehingga menyembullah sepasang teteknya yang putih indah dengan puting berwarna coklat kehitaman. Joni segera menyerbu dan mengulumi tetek indah gadis berjilbab itu. Arfah hanya bisa merintih-rintih. Namun suara rintihannya membuat Joni makin kalap. Kepalanya turun ke perut Arfah, terus hingga berhadapan dengan gundukan memek gadis berjilbab yang masih mengenakan celana dalam itu. Joni langsung melahap dan mengunyah dengan kasar memek gadis itu, meski masih terbungkus celana dalam. Karena tidak sabar, celana dalam itupun dia plorotkan.

    Kini tubuh bagian bawah gadis berjilbab itu betul-betul polos. Terlihat memeknya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis namun berwarna hitam pekat. Garis memeknya masih terlihat jelas. Joni kembali mengunyah memek gadis berjilbab itu hingga hampir sepuluh menit. Lendir dari memek gadis alim itu sudah mulai keluar. Joni segera membuka baju, celana dan celana dalamnya sendiri. kontolya mengacung tegang. Arfah berteriak dan berusaha bangkit, karena menyadari apa yang akan menimpanya. Tetapi Joni menyabetkan belatinya ke betis Arfah hingga berdarah. Akhirnya gadis berjilbab itu pasrah, menelentang di atas kasur.

    Jonipun segera mengarahkan kontolnya ke lubang memek gadis alim itu. Dengan susah payah ia berusaha melesakkan kontolnya itu ke dalam memek gadis berjilbab yang cantik dan mulus itu. Akhirnya ia berhasil. Arfah hanya bisa menjerit dan menangis, ketika selaput daranya ditembus kontol Joni.

    Joni terus memaju mundurkan kontolnya yang amat tegang karena nafsunya telah memuncak. Maklum, siapa yang tidak merasa bangga bisa menyetubuhi gadis berjilbab yang setiap harinya selalu menutupi tubuhnya dengan rapat. Bibir memek gadis berjilbab itu bergoyang-goyang. Sementara kedua matanya terlihat mendelik-delik di balik cadarnya karena iapun merasakan kenikmatan ‘hubungan badan’ dan pemerkosaan brutal terhadapnya ini.

    Sepuluh menit kemudian, sperma Joni menyembur di dalam memek gadis berjilbab itu. Joni mengelap kontolnya. Mukanya mendekati wajah bertutup cadar yang menangis di atas tempat tidur tersebut. Dengan perlahan, dia angkat sedikit cadarnya, sehingga terlihatlah mulut mungil gadis berjilbab itu. Ia segera mengulum bibir indah di balik cadar itu dengan nafsu. Arfah makin megap-megap tidak karuan. Agak lama juga ia menikmati mulut gadis berjilbab itu. Hembusan napasnya yang terengah-engah, terhirup oleh Joni, membuatnya makin bernafsu, sehingga kontolnya kembali tegang. Ia melepas mulutnya, lalu mengarahkan kontolnya ke wajah gadis yang masih bercadar itu. Slep, akhirnya kontolnya masuk, meski dengan setengah memaksa.

    “Ayo cepat, dikulum dan dihisap. Kalau tidak, kubunuh kamu.”

    Arfah terpaksa mengulum kontol Joni yang cukup besar, kira-kira 18 cm, dengan diameter 2,5 cm. Joni memegang kepala gadis berjilbab itu dan memajumundurkan kepala tersebut, sehingga penisnya ikut maju mundur. Terasa betapa nikmatnya, apalagi melihat gerakan mulut yang sebagian masih tertutup cadar itu. Ia makin bernafsu saja. Selanjutnya ia meminta gadis berjilbab itu untuk nungging. Ia mengentot gadis bercadar itu dari belakang dengan nafsu sekali.

    Hingga habis maghrib, ia menggarap gadis berjilbab itu. Sekali waktu, ia melepaskan cadar gadis itu, sehingga terlihatlah wajahnya yang memang amat cantik. Ia menggempur memek gadis itu dengan tetap mengenakan jilbabnya. Ah,malangnya nasib Arfah.

  2. The Following 4 Users Say Thank You to Klawu For This Useful Post:


  3. #2
    Just Married paknegenduk's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Posts: 382

    Thanks: 729

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    Pendek banget ceritanya, terlalu dipaksakan jalan ceritanya.

  4. #3
    Virgin dekke's Avatar

    Join Date: Sep 2010

    Posts: 15

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Exclamation

    Ah.. masa iya sih ndan??

  5. #4
    Virgin silvermage's Avatar

    Join Date: Jun 2010

    Posts: 10

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    apa apaan nih ceritanya

  6. #5
    Tukang Ngintip dikaprayuda's Avatar

    Join Date: Apr 2010

    Posts: 140

    Thanks: 424

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    MANTAPPPPPPPPPPPPPPPPP GAN LANJUTKANNNNNNN ....

  7. #6
    Virgin rofansarteko's Avatar

    Join Date: Oct 2010

    Posts: 22

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    betul gan...posting versi panjang nya dong...

  8. #7
    Virgin cantol's Avatar

    Join Date: Oct 2010

    Posts: 12

    Thanks: 0

    Thanked 1 Time in 1 Post

    Default

    ahkontol

  9. #8
    Virgin Android207's Avatar

    Join Date: Aug 2008

    Posts: 8

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    kurang panjang gan...hehehehe

  10. #9
    Virgin jappu's Avatar

    Join Date: Apr 2010

    Posts: 10

    Thanks: 0

    Thanked 3 Times in 1 Post

    Default

    Sara........................

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •