pokerlounge
Maxbet  Kaskus303
Indobokepz - Indonesian Movie and Picture Community
royalwin

 

Sundulbet

 

RumahTaruhan88 Saranapoker idr77



ZonaJudi



Bola54
Alpha4D bola24
pokerace99 togelplus
AonCash AonCash
MacauOnlineBet tglplus
pokerclub BandarJakarta
Royal188 Fairbet88
Royal188 raja303

 

Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 10 of 40
  1. #1
    Tukang Ngocok kebon's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Location: Pondok Jilbab

    Posts: 214

    Thanks: 1

    Thanked 3,218 Times in 112 Posts

    Thumbs up Rahasia Pelacur High Class

    Siapa yang menduga ternyata aktivis PKS yang selalu tampak santun, alim dan sholehah adalah seorang pelacur high class? Sehari-hari ia bukan hanya senantiasa menjaga diri dari pergaulan dan menutup auratnya dengan jubah panjang longgar dan jilbab lebar, tetapi sangat rajin dalam kegiatan dakwah dan pengajian.

    Ifah, demikian panggilannya akrabnya, memang terkenal sebagai seorang akhwat muda yang disegani. Ia sering diundang ceramah terutama tentang “pentingnya seorang muslimah menjaga aurat dan pergaulan” ke berbagai tempat, di samping memimpin sebuah majelis pengajian ibu-ibu.

    Hal itulah yang membuatku tak percaya sama sekali kalau ia bisa “dipakai”. Sampai akhirnya karena penasaran, aku mengontak nomor yang diberikan Diana, sekretaris cantik sebuah perusahaan yang sering kugarap itu. Ohya, sebelumnya perkenalkan. Namaku Suhendra, 43 tahun, seorang direktur perusahaan minyak.

    Terdengar “Assalamulaikum” yang sangat merdu dan lembut dari seberang, sehingga membuat jantungku berdebar keras. “Walaikum Salam,” jawabku agak gugup, lalu dengan ragu-ragu menyebutkan “kode” yang diberikan Diana.

    Hasilnya di luar dugaan, membuatku tercengang-cengang.
    “Bayaran saya 20 juta semalam, Pak. Tidak bisa ditawar-tawar,” terdengar jawaban dari seberang, tetap dengan nada yang sangat santun, “Apakah Bapak sanggup?”

    “Ya saya sanggup,” jawabku dengan dada berdegup kencang, “Kapan kita bisa bertemu?”
    “Saya hanya “bekerja” setiap malam Minggu. Tapi sebelumnya saya punya syarat sendiri. Jika Bapak bersedia dan menyanggupi syarat-syarat ini, saya baru bersedia melayani Bapak.”
    “Apa syaratnya Mbak Ifah? Ohya panggil saya Mas saja, jangan Bapak. Mas Hendra.”
    “Baiklah Mas Hendra, syarat saya yang pertama, saya tidak mau main di hotel, jadi silahkan Mas cari rumah atau villa. Saya tidak mau mengambil resiko identitas saya terungkap. Kedua, saya tidak akan pernah membuka jilbab saya apapun kondisinya kecuali mandi. Hal ini sudah komitmen saya sejak awal. Bagaimana?”

    “Oke, saya setuju. Tapi ada satu hal yang saya ingin tanyakan pada Mbak. Sebelumnya perlu Mbak ketahui, saya ini maniak seks, kalau menikmati tubuh perempuan tak ada yang mau saya lewatkan seinci pun. Apakah saya boleh mencicipi lubang dubur Mbak Ifah juga?”

    Terdengar suara tertawa lembut di sana, “Boleh saja Mas Hendra. Mas boleh menikmati seluruh lubang yang ada di tubuh saya… Kalau sudah menetapkan tempatnya, silahkan SMS saya ke nomor ini. Terima kasih dan sampai ketemu, Mas. Assalamualaikum…”

    Akhirnya hari yang saya nanti-nantikan pun tiba. Sesuai kesepakatan, Afifah tidak mau dijemput atau bertemu di luar. Ia akan datang sendiri ke alamat villa yang telah saya sewa ini dengan taksi.
    “Assalamualaikum…” terdengar sapa lembut nan santun yang sangat khas lalu menyusul dering bel. Buru-buru aku berlari ke depan dan membukakan pintu. Dan saat itu juga, serta merta aku terpana takjub. Bahkan terpaku di ambang pintu laksana patung hidup. Betapa tidak, seumur hidupku belum pernah kulihat gadis seanggun, semanis, dan secantik gadis berjilbab lebar berwarna ungu yang berdiri dengan santunnya di hadapanku ini. Kedua matanya bening menyejukan dan menatapku dengan malu-malu. Hidungnya mancung, dengan sebentuk bibir mungil yang tipis namun penuh. Tampak merah basah dan segar. Begitu serasi dengan bentuk wajahnya yang bujur telur. Kulit wajahnya halus sekali, putih bersih dengan pipi merona kemerah-merahan dan dagu berbelah.

    “Assalamualaikum… Mas Hendra?” ia mengurangi salamnya dan bertanya.
    “Wa-walaikum Salam… I-iya, iya, saya sendiri. Ini Mbak Ifah kan?” jawabku belum juga bisa menutupi kegugupan. Ah, memalukan sekali!
    “Benar Mas. Saya Afifah…,” ia tersenyum tipis, “Dan saya telah datang sesuai dengan kesepakatan di telepon.” Aduh, Mak! Cantiknya. Senyumnya betul-betul memikat dengan sebaris gigi yang putih bersih dan dua buah lesung pipit di pipinya di kiri kanan.

    Aku mengulurkan tangan hendak mengajaknya bersalaman, tetapi seperti umumnya akhwat-akhwat alim, ia merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada. Hal itu membuatku jadi kikuk sekali dan dengan wajah bersemu merah menarik kembali tanganku yang terlanjur terulur. Sialan! Untunglah dengan cepat aku bisa menguasai diri kembali.

    “Ah, silahkan masuk Mbak,” kataku kemudian bergegas menepi dari ambang pintu membuka jalan. Ifah kembali tersenyum dan m*****kah masuk dengan anggun. Kedua telapak kakinya dibungkus sandal berhak sedang dan tertutup rapat kaus kaki. Setiap langkah yang dibuatnya begitu gemulai. Sayang, pinggulnya tertutup baju kurung panjang berwarna sama dengan jilbab lebarnya dan rok panjang lebar berwarna putih yang menutupi sampai mata kaki. Kalau tidak, batinku, goyangannya pasti memabukkan.

    Ia kemudian duduk di sofa ruang tamu di hadapanku dengan sangat santun. Kedua tangannya diletakkan di atas pangkuan kakinya yang tertutup rapat, badannya tegak. Tas kecilnya diletakkan di sampingnya. Benar-benar bikin gemas! Membuatku bingung bagaimana cara memulai. Untunglah tak lama Bi Sumi datang menghantarkan minuman. Kupersilahkan ia minum.

    “Saya tahu, Mas Hendra sudah tidak sabar lagi menggeluti tubuh saya, menelanjangi dan merasakan kenikmatan memek saya… Tapi saya ingin pastikan dulu, apakah Mas Hendra sanggup mematuhi syarat saya kedua itu. Yaitu tidak pernah membuka jilbab saya kecuali kalau Mas hendak memandikan saya?”

    “Tentu saja saya sanggup, Mbak! Justru saya sendiri ingin Mbak tetap mengenakan jilbab! Soalnya Mbak lebih cantik dan merangsang kalau dingentot dengan tetap pakai jilbab!” kataku dengan bernafsu. Ifah tertawa kecil, dan mengulurkan tangan padaku, “Kalau begitu, kita sekarang sudah boleh salaman! Anggap saja kita sudah muhrim!”



    Langsung saja kusambar tangan mungilnya yang putih mulus itu, hingga Ifah terpekik, “Aaauuww! Mas, yang lembut dong! Bringas sekali!”

    “Habis kamu nafsuin banget! Kungentot kau sampai tak bisa berdiri, lonte berjilbab!” teriakku kalap dan menerkamnya. Sekali lagi Ifah memekik, tapi detik berikutnya ia sudah berada dalam dekapanku. Kuserbu bibir tipisnya yang ranum hingga ia gelagapan. Begitu lembut, kenyal, manis dan segar. Kulumat habis-habisan, hingga kedua mata muslimah binal sok alim santun ini terbeliak-beliak. Kusedot sampai mengeluarkan bunyi kecipak, dan lidahku menyelinap masuk ke dalam mulutnya membelit-belit lidahnya. Tanpa diduga, ia membalas serangan ganasku dengan balas melumat dan menyedot. Lidahnya mulai bergerak liar, beradu dengan lidahku.

    Mulai terdengar desahan demi desahannya yang merdu. Sebelah tanganku bergerak meremas buah dadanya yang masih tertutup rapat jilbab dan baju panjang. Terasa kenyal, padat membusung walau tidak besar.

    “Oougghh, Masss.. Enaaak..!” rintihnya lirih ketika ciuman kami terlepas. Tanganku yang satu lagi dengan tak sabaran menyingkap rok panjangnya, ternyata ia masih memakai sehelai rok dalam warna krem. Dengan penuh nafsu, kusingkap saja rok dalam itu sekalian, dan tanganku pun menyelinap masuk. Ssseeerrrrhhh…! Pahanya mulus sekali! Kuelus dengan penuh nafsu, lalu kuremas-remas dengan kuat. Begitu kencang dan padat.

    Ia merintih, mendesah-desah, dan mengerang. Rok panjang dan rok dalamnya kini sudah tersibak lebar memperlihatkan segala keindahan aurat yang selama ini selalu ditutup-tutupinya dalam perannya sebagai seorang akhwat alim sholehah. Kedua kakinya, dari betis sampai pangkal paha, sungguh super mulus dan super putih menggiurkan! Sehingga kurasa air liurku pasti sudah meleleh di luar kesadaranku. Celana dalam putih yang dikenakannya membuatku melotot besar tak berkerdip. Cd mungil itu begitu tipis menerawang dan tampak mengembung padat hingga tak mampu menyembunyikan lekuk lipatan memek muslimahnya.

    “Massss Sayaaanggg… Celana dalam Ifah udah basah, Masss… Bukain dong!” pintanya mendesah manja sambil membuka kedua pahanya semakin lebar. Pinta itu membuat tanganku yang masih mengelus pahanya segera merayap naik hingga menyentuh bukit kecil di tengah s*****kangannya. Ia emang tidak bohong, jari-jariku merasakan permukaan celana dalam itu sudah basah kuyup! “Iiihh..!” keluh akhwat manis ini tertahan.

    Kutarik celana dalam itu ke bawah dan terus menanggalkannya dari ujung kakinya yang masih terbalut kaos kaki. Kubuang jauh-jauh. Ifah dengan penuh inisiatif mengangkang selebar-lebarnya yang ia mampu. Senyum teramat manis terbit di bibirnya, “Indah kan memekku, Mas?”

    Jangan dikata lagi! Aku mau gila rasanya menyaksikan memek perempuan termolek yang pernah kulihat seumur hidupku ini. Apalagi pemiliknya masih mengenakan pakaian muslimah dan jilbab lebar lengkap! Kemaluan akhwat ini bagiku sungguh tak ada tandingannya! Bentuknya mungil tapi mengembung tembam. Berwarna kemerah-merahan, tampak basah, dan dicukur bersih tanpa sehelai bulu jembut pun. Meskipun terkangkang lebar sedemikian rupa, tapi memek itu tampak cukup rapat. Liang vaginanya hanya terkuak sedikit memamerkan isinya yang merah basah, dengan itil mencuat mungil.
    Dibandingkan memek Afifah ini, memek Desi, Diana, dan Lydia kalah telak. Meskipun tentu saja memek masing-masing punya keistimewaannya tersendiri.

    “Mas boleh jilati memekku sampai puas…”

    Kuhirup habis cairan orgasme yang melimpah keluar dari dalam liang memek akhwat cantik ini dengan rakus. Ifah mengeluh lirih membiarkan aku mengulas sisa-sisa lender encer harum nan gurih itu. Wajahnya yang cantik dalam balutan jilbab lebar ungu tampak setengah tengadah bersandar pada sofa, memperlihatkan ekspresi kenikmatan tiada tara pasca keluarnya cairan suci dari dalam rahimnya yang subur.
    Kemudian aku membuka celana panjangku berikut celana dalam dan duduk di sofa. Batang kejantananku tampak mengacung tegang dengan kerasnya. Terangguk-angguk. Ifah sudah tahu apa yang harus ia lakukan. Setelah membenahi roknya yang awut-awutan, kini gantian akhwat berwajah alim itu berjongkok di depan kedua kakiku. Ia tersenyum tipis demi menyaksikan betapa panjang dan besarnya batang penisku yang perkasa.
    Perlahan, demi lembut diulurkannya tangannya menyentuh kontolku. Jari-jarinya begitu lentik dan halus. Membuatku mengeluh lirih. Dibelai-belainya kepala kontolku yang merah dan berbentuk seperti kepala jamur lalu turun ke batang. Kemudian digenggamnya dan dikocok-kocok dengan lembut.
    “Oooh, enaaak Sayaannngg.. Ennaaaak..! Aaah!” keluhku gak tahan nikmatnya.
    “Mau yang lebih enak lagi?” tanyanya genit sambil terus mengocok sesekali memelintir lembut.
    “Maauu, maaauu!” teriakku dalam derita surga dunia itu. Maka sambil tersenyum, ia pun mendekatkan mulutnya ke kepala kontolku. Tanpa sungkan-sungkan, bibir mungilnya yang ranum terbuka dan mengulum batang kejantananku. Kulumannya benar-benar dashyat. Lalu dengan begitu piawai dijilat-jilatnya kepala penis dan seluruh batang kontol kebanggaanku itu selama beberapa waktu, sebelum akhirnya dikulum lagi dan dihisap-hisap dengan keras.

    Entah sudah berapa puluh kali aku dioral cewek, baik ABG, mahasiswi, gadis-gadis desa, ibu rumah tangga, janda, sekretaris cantik, bahkan artis. Tapi belum pernah sekalipun kurasakan oral seks yang senikmat ini. Jilbaber ini benar-benar ahli hisap kontol alias nyepong!

    Aku semakin blingsatan ketika melihat wajahnya yang keibuan. Wajah cantik memikat yang masih tetap dibalut jilbab itu tampak begitu lugu dan tanpa dosa dalam kesibukannya mengoral batang kejantananku. Lidahnya yang merdu mengaji itu semakin trampil saja mencari dan mengulas titik-titik kelemahan batang kontolku.
    Ada sekitar 30 menit oral seks itu berlangsung, hingga akhirnya aku tak tahan lagi. Sekujur tubuhku bergetar menahan rasa nikmat yang sulit dilukiskan, batang kontolku pun berdenyut-denyut keras. Ifah tampaknya tahu benar apa yang akan segera terjadi. Dimasukkannya batang kejantananku sampai separuh dalam kuluman mulutnya dan ia pun menyedot kuat-kuat. Jari-jarinya yang melingkari pangkal batang membantu dengan kocokan. Akibatnya….
    “Aaaaaaaaakkkkhhhhhh, Ifaaaaahhhh! Ooohhh, Ifaaaahh!” aku meraung dashyat dan menyemburkan berliter-liter sperma kental ke dalam mulut akhwat bertampang tanpa dosa yang sudah ngelontekan diri dua tahun ini! Nikmatnya luarbiasa!! Saking banyaknya spermaku yang tersembur, sebagian tak tertampung lagi dalam mulutnya yang mungil dan meleleh keluar ke sela bibir dan dagunya. Terdengar jelas olehku bagaimana ia menelan air maniku di dalam mulutnya itu.
    Tak sampai di situ, ia juga menjilati bibirnya, dan dengan jari menyeka sperma yang meleleh keluar dan memasukkannya ke mulut. Setelah itu, dengan telaten dijilatinya sisa-sisa cairan putih kental itu yang masih melekat di batang kontolku. Lalu masih dihisapnya kepala kontolku sampai tetesan yang terakhir ludes.
    “Istirahat sebentar ya Mas? Ifah mau sholat dzuhur dulu,” bisiknya mesra sambil mengerdipkan sebelah mata lalu berdiri meninggalkanku terkapar di sofa ruang tamu.
    Tak lama kemudian, ia mengirim SMS padaku bahwa ia sudah menungguku di kamar terbesar di villa itu. Buru-buru aku bangkit dan menuju ke sana. Sekilas aku melihat celana dalamnya masih tergeletak di lantai ruang tamu, berarti… Jangan-jangan ia sholat tanpa mengenakan celana dalam??? Waaah!!
    Pintu kamar tertutup rapat. Dengan perlahan kuputar gerendel dan mendorongnya halus. Jantungku berdebar keras ketika melihat jilbab lebar, baju kurung dan rok panjang tersampir di sandaran kursi depan meja rias. Lalu kulihat juga sajadah lebar berwarna merah bergambar kabah terhampar di lantai kamar. Ah, apakah ia telanjang bulat? Apakah akhirnya ia memutuskan m*****gar syaratnya sendiri dengan membuka jilbabnya?
    Ternyata tidak! Tapi pemandangan di atas ranjang itu lebih luarbiasa lagi dari yang bisa kubayangkan. Akhwat cantik itu duduk di tepi ranjang mengenakan mukenah putih bersih dengan sebelah kaki ditekuk dan sebelah kaki lagi terjuntai ke bawah hingga mukenahnya tersingkap lebar di bagian paha memperlihatkan pangkal pahanya yang putih mulus dan bukit memeknya yang terbuka polos tanpa celana dalam! Luarbiasa!!!
    Aku sampai tertegak di ambang pintu dengan mata melotot besar tak berkerdip.
    “Kok cuma bengong, Mas? Terpukau ya sama memekku?” tanyanya genit lalu tertawa kecil.
    “Ka-kamuu sholat tidak pake cd?” aku balas bertanya dengan tergagap-gagap karena dilanda oleh sensasi yang demikian hebat. Dengan wajah tersipu-sipu, ia menggeleng, “Nggak Mas. Di rumah kalau sholat, Ifah juga sering gak pake cd dan bra. Polos aja di balik mukenah…”

    “Oooh, dasar lonteee berjilbab!!! Kungentot kau sampai nangis-nangis minta ampuun…!” teriakku lalu melompat ke atas ranjang menerkamnya. Ifah terpekik lalu cekikikan, disambutnya terkaman ganasku dengan membuka kedua pahanya seluas-luasnya. Liang memeknya megap-megap menerima sodokan kontolku. Lubang nikmat itu seolah menyedot batang kejantananku.
    Kedua kaki mulusnya melingkar ketat di pinggulku, kedua tangannya mencengkram kuat bahuku. Rintihan nikmat begitu merdu keluar tiada henti dari mulutnya, “Ooohh, enaaaak Masss, enaaaakk! Yaaa Alllaaahh, eeenaaaakkknyaaa dingentttooot Masss!”
    Aku seperti kesetanan menghentakkan batang penisku yang perkasa menghujami liang vaginanya. Tentu saja, seumur hidup baru kali inilah aku menyetubuhi seorang perempuan yang sedang mengenakan mukenah. Sebuah sensasi yang sangat luarbiasa bagiku!
    Setengah jam berlalu, tapi belum ada di antara kami yang mau menyerah. Sudah tiga kali berganti posisi. Kini Ifahlah yang berada di atas. Sambil merintih-rintih hebat ia menaik turunkan pantatnya dengan deras di atas tubuhku, sehingga membuat kontolku yang tertegak keras terhujam-hujam ke liang memeknya yang kain becek.
    Kuseret ia turun dari ranjang, lalu sebelum ia sadar apa yang kulakukan, aku sudah mendorongnya hingga ternungging di atas hamparan sajadah. Batang kontolku kembali melesat dan sekali tembak langsung tertanam dalam di liang kemaluannya yang ternganga merah.
    “Aaarrrrggghhh!!! Maaasss, jangaan di atas sajadaaah… Jangaaan di atas sajaadaaah, Masss!” ia berusaha meronta, tapi pinggulnya yang montok kucengkram erat-erat. Liang nikmatnya kungenjot dengan dashyat. Ia mengerang-erang, lalu tak sampai 10 menit kemudian: “Aaaakhhh, keluaaaarrr…! Keluuaaarrr…! Ya ampuuuun…”
    Kurasakan batang kejantananku disembur cairan hangat di dalam lubang memeknya. Spermaku sendiri sudah tak terbendung lagi, muncrat dengan deras…
    “Aaahh… kotor deh sajadah Ifaah…,” keluhnya ketika kucabut batang kontolku. Sebagian lendir memeknya dan spermaku meleleh keluar dan menetes ke atas hamparan sajadah bergambar kabah itu. Kubersihkan kontolku dengan ujung mukenahnya…
    “Ntar Mas beliin sajadah baru deh, Sayang…,” bisikku lembut sambil menciumi pipinya.
    >>> Jilbab Lover <<<
    Do not forget to say thanks ...


  2. #2
    Tukang Ngocok kebon's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Location: Pondok Jilbab

    Posts: 214

    Thanks: 1

    Thanked 3,218 Times in 112 Posts

    Thumbs up Menikmati Rahma

    Menikmati Rahma Akhwat Cantik Aktivis Partai
    Rahma kembali ke tempat kos-kosan nya yang agak jauh dari kampus UNS tempat dia kuliah. Kejadian di KRL Jakarta – Bogor yang lalu membuat Rahma trauma, tapi dia juga memdapatkan pengalaman erotik yang mengesankan yang dia tidak dapat lupakan. Rahma sengaja kembali lebih cepat ke Solo, sebelum kuliah mulai sebab dia harus mengurus KTP dan kartu mahasiswanya yang hilang dicopet di KRL ketika dia ke Bogor bersama Nabila.
    Rahma baru saja masuk ke tempat kosnya ketika terdengar pintu diketuk dari luar. Ketika Rahma membuka pintu, seorang lelaki berusia 30 an berdiri di luar. Rahma merasa dia pernah kenal lelaki itu. ”Assalamu alaikum, mbak Rahma ya?,” sapa lelaki asing itu. ”Ya benar, bapak siapa ya?,” Rahma balik bertanya. ”Kenalkan, saya Farid Ismanto,” lelaki itu memperkenalkan diri.
    ”Ada perlu dengan saya?,” tanya Rahma lagi. ”Ya,” katanya Frid. ”Apa mbak merasa kehilangan KTP dan kartu mahasiswa dan juga HP?. Tanya Farid lagi. Rahma tentu ingat tentang pelecehan terhadap dirinya dan juga peristiwa kecopetan itu.
    Memang pelaku pelecehan dan pencopetan itu Farid juga orangnya. Dia berada di belakang Rahma pada waktu itu dan menggesek-gesekkan kontolnya di memek Rahma. Sesudah melakukan pelecehan, dia mencopet dompet dan HP Rahma. Jadi dia bisa tahu di mana alamat kos Rahma dan sekarang datang ke tempat kos akhwat asal Ngawi ini.
    ”Ya, mbak, saya tinggal di Solo ini juga. Dekat Ngruki,” Farid memperkenalkan diri lebih lanjut. “Oh masuk dulu pak, eh mas….” Kata Rahma dengan ramah. Rahma gembira karena KTP dan kartu mahasiswanya sudah kembali. Padahal Farid ingin menggarap Rahma lebih dalam lagi. Farid tidak puas hanya sekedar melecehakan di KRL itu. Dia ingin menikmati tubuh akhwat cantik yang padat, montok dan sintal itu. Dan yang jelas Rahma pasti masih perawan. Farid sendiri sudah punya istri dan tiga anak. Istri Farid adalah aktivis partai juga, sedang Farid sendiri bukan aktivis, Cuma simpatisan saja. Dia sering terdorong untuk menikmati akhwat-akhwat cantik yang setiap hari dia temui ketika bertamu ke istrinya. Beruntung Farid mendapat durian runtuh seperti Rahma, akhwat yang mirip wajahnya dengan Ratih Sanggarwati ini.
    Sesudah dipersilakan masuk, Farid duduk di kursi tamu kos-kosan itu. ”Saya buatkan minum dulu ya mas,” kata Rahma. ”Terserah,” kata Farid. Rahma lalu masuk ke ruangan dalam. Faris memperhatikan langkah Rahma yang membuat dia bergairah itu. Akhwat cantik ini memakai jubah dan jilabab putih panjang. Walaupun tertutup jubah dan jilbab panjangnya, namun bentuk tubuh Rahma yang padat dan montok itu tidak dapat disembunyikan.
    Farid mendadak menyeringai melihat Rahma dan diam-diam dia mengikuti Rahma ke ruangan dalam lalu menghampiri Rahma dari belakang lantas kedua tangan Farid ini memeluk Rahma dari belakang.
    "Lagi ngapain mbak?" tegurnya di dekat telinga Rahma yang masih tertutup jilbab.
    ‘Aww!!"pekik Rahma kaget dengan tubuh terlonjak kaget. Secara refleks akhwat Partai ini menghentikan aktivitas masturbasinya dan segera membenahi jubahnya yang tersingkap lebar hingga ke pinggang. Rupanya Rahma melihat di HP nya yang dikembalikan Farid ada dirinya ketika terangsang di KRL. Sehingga dia masturbasi di ruang dalam itu. Wajah cantik akhwat Partai ini merah padam dan beberapa saat dia hanya terpaku oleh rasa kaget luar biasa dipeluk oleh Farid dari belakang.
    "Nggak papa kok mbak....aku nggak akan lapor sama yang lain atau mbak Nabila kok....aku paham kok..aku juga suka dengan gambar-gambar yang mbak punya ini...aku sudah copy di komputerku di rumah jadi tinggal saya sebar saja kalau mbak mau.....ayo terusin lagi"desis Farid di dekat telinganya yang membuat Rahma merinding.
    Rahma masih terdiam ketika tanpa diduganya tangan Farid yang memeluknya tiba-tiba meremas kedua buah dadanya membuat Rahma terkejut luar biasa..
    " Mbak Rahma terangsang yah....buah dada mbak masih kenceng gini"
    "Eh...Mas Farid...apa-apaan ini?!"protes Rahma pelan sambil berusaha menepis tangan Farid.
    "Jangan protes mbak...aku tahu mbak Rahma terangasang berat waktu di KRL itu....aku janji nggak akan meninggalkan mbak Rahma...tenang aja nasib mbak Rahma nanti akan jadi istri kedua saya kok"
    Rahma terdiam dan dirinya merasa aneh dengan tingkah Farid yang tidak diduganya ini. Akhwat Partai ini merasa merinding ketika tangan Farid yang memeluknya kembali meremas-remas buah dadanya dan Rahma mulai merasakan nafas Farid tersengal memburu mengenai jilbabnya seperti tengah dilanda birahi.
    "Mbak Rahma masih birahi kan.?....ayolah nikmati saja" desis Farid dengan suara gemetar sementara kedua tangannya terus meremas-remas buah dada montok dan kencang di dada Rahma yang masih tertutup jilbab putih yang lebar.
    "Mas Farid jangan!"desis Rahma dengan tegang ketika tangan Farid kini menyusup ke balik jilbab putih lebar yang dipakainya.
    "Sudahlah mbak...adegan punya mbak Rahma di KRL itu masih di tanganku...aku janji nggak akan cerita ke siapa-siapa!"desis Farid dalam.
    Rahma yang tidak mau kejadian di KRL disebarkan ditambah dengan gelegak birahi yang masih menguasainya, akhirnya pasrah ketika tangan Farid membuka kancing jubahnya di balik jilbab lebar yang dipakainya. Beberapa saat kemudian tangan Farid segera menyusup meremas buah dada milik Rahma yang montok dan kencang tersebut membuat Rahma merasa sebuah sensasi yang aneh dan membuatnya bingung.
    "Mmm..montok dan kenyal...aku sudah lama merindukan bisa beginian dengan mbak Rahma. Mbak Rahma cantik, mirip Ratih Sanggarwati, sintal selama ini selalu membuatku bergairah"
    Mata Rahma membelalak lebar mendengar ucapan Farid, akhwat aktivis Partai ini tidak menyangka bahwa pria berperawakan atletis ini menyukai banyak wanita. Padahal Farid ini sudah punya istri dan tiga anak. Belum hilang keterkejutannya Rahma merasakan tangan Faris kemudian tidak hanya sekedar meremas-remas buah dada miliknya, namun juga memilin puting susu yang tegang tersebut membuat tubuh akhwat Partai yang cantik ini menggeliat dan desahnya tak mampu ditahannya meloncat dari mulutnya.
    "Ahhhh…Farid..jangaaan!"desah Rahma spontan.
    Seumur hidupnya baru pertamakali ini puting susunya dipilin sedemikian rupa yang sangat membangkitkan nafsu birahinya. Namun di satu sisi dia merasa merinding karena yang memilin puting susunya dengan lihainya adalah seorang simpatisan partainya sendiri.
    "Kita ke kamar aja mbak.."bisik GFarid begitu mesra kepada Rahma..
    Entah kenapa Rahma terlihat pasrah ketika Farid menariknya ke dalam kamar kos-kosan itu.. Fasilitas dalam kamar tersebut sangat sederhana, sekedar sebuah pembaringan lengkap dengan bantal guling serta satu set meja dan kursi.
    Dalam kamar tersebut, Farid tidak serta merta merebahkan Rahma di pembaringan namun akhwat Partai yang cantik mirip Ratih Sanggarwati itu disandarkan di dinding kamar. Tubuh Farid memang lebih tinggi dan lebih besar di bandingkan tubuh Rahma sehingga Farid terpaksa menundukkan wajahnya memandang wajah cantik yang berbalut jilbab putih yang lebar yang kini tengah dipeluknya.
    "Mbak Rahma cantik....aku udah lama nungguin yang kayak gini...mbak begitu cantik, tubuh mbak sintal.."ungkap Farids sembari membelai wajah Rahmas sementara akhwat Partai yang cantik ini hanya membelalakkan kedua matanya menatap Farid dengan tatapan yang sulit dimengerti. Deru nafas Farid yang memburu terasa hangat menampar-nampar wajahnya.
    Farid kian mendekatkan wajahnya ke wajah Rajma hingga bibirnya menyentuh bibir akhwat Partai yang cantik ini membuat tubuh Rahma kejang. Rahma sempat melengos ketika bibir Farid hendak melumat bibirnya, namun dengan cepat Farid memburunya sehingga sesaat kemudian bibir Rahma yang ranum tersebut dapat dilumatnya dengan penuh nafsu. Tubuh Rahma semakin kejang dan sesaat kemudian akhwat Partai ini menggelinjang ketika lidah Farid menyapu dan membelit lidahnya dengan lihainya. Seumur hidupnya baru kali ini bibirnya dilumat dengan bernafsu oleh pria.
    Farid tidak memperdulikan keadaan Rahma karena dia mengetahui kalau akhwat Partai yang cantik ini masih dalam keadaan birahi, ketika tangannya yang kembali menyusup ke balik jilbab menemukan buah dada montok Rahma masih mengeras kencang. Bahkan ketika tangannya menyentuh putting susu akhwat Partai yang cantik ini, Farid masih merasakan puting susu tersebut terasa masih kencang sehingga membuat Farid dengan gemas memilinnya. Tubuh Rahma menggelinjang ketika kembali puting susunya dipilin-pilin Farid sementara bibirnya terus melumat bibir akhwat Partai berwajah cantik ini dengan penuh birahi.
    Tanpa melepaskan pagutannya serta dengan tangan masih bermain-main di dada Rahma, Tarid mendorong akhwat Partai yang cantik ini ke arah pembaringan dan merebahkannya di atas pembaringan tersebut. Rahma terengah-engah antara rasa nikmat dan kebingungan yang mencekamnya, sementara tatapan matanya nanar menatap Farid yang berdiri di sisi pembaringan.
    "Ayo mbak..kita bermain-main. Aku dah lama pengen ginian sama mbak"ujar Farid sambil duduk di pembaringan.
    Kedua tangan Farid terulur ke tubuh Rahma lantas menyusup masuk ke balik jubah panjang yang dipakai akhwat Partai berparas cantik ini. Rahma tersentak dan secara refleks tangannya mencegah tangan Farid namun pria ini hanya tersenyum penuh arti kepadanya. Tatapan dan senyuman Farid itu membuat Rahma memahami bahawa pria ini mempunyai kartu turf yang akan menghancurkan kariernya di Partai. Akhirnya Rahma membiarkan tangan Farid menggerayangi tubuhnya di balik jubah panjang yang dipakainya.
    "Tenang mbak.....mbak tidak akan ternodai...keperawanan mbak Rahma tetap akan utuh," bisik Farid pura-pura baik ketika tangan pria ini telah sampai di s*****kangan Rahma.
    ".Farid...."desis Rahma tegang ketika dia merasakan jemari Farid menyusup ke balik celana dalam yang dipakainya.Lantas jemari pria asal Ngruki Solo ini menyusuri belahan bibir kemaluan Rahma ke atas dan ketika telah menyentuh kelentit Rahma, jemari Farid seketika memilin bagian tubuh Rahma yang paling sensitif tersebut.
    "Ahhhh...."desah Rahma menggelinjang ketika jemari farid memilin dan merangsang kelentitnya dengan luar biasa. Farid tersenyum melihat reaksi Rahma dan reaksi tersebut membuatnya semakin bernafsu merangsang akhwat Partai yang cantik ini.
    Farid melepaskan kaus kaki krem yang membungkus kedua kaki Rahma dan diletakkannya di bawah pembaringan. Satu tangan Farid masih mempermainkan kelentit Rahma sementara tangan lainnya mengelus-elus kaki akhwat Partai yang putih mulus itu. Bahkan kemudian Farid membungkuk dan menciumi kaki rahma dari jemarinya yang halus kemerahan terus merayap ke atas sembari menyingkap jubah panjang yang dipakai Rahma.
    Rahma menggelinjang dan mendesah di tengah keterombang-ambingannya antara rasa nikmat oleh rangsangan Farid dan nalurinya yang menolak dicabuli oleh pria beristri ini. Farid yang mempunyai kartu truf tentang kejelekan Rahma membuat Rahma tak kuasa melawan keinginan Farid sehingga rasa birahilah yang akhirnya dominan terhadap diri akhwat Partai yang cantik ini walaupun dia menyadari yang merangsangnya adalah seorang pria yang sudah beristri.
    Farid pun lalu membuka celananya hingga akhirnya telanjang bulat. Kemaluannya yang berukuran besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa. Gesekan kepala jamur milik laki – laki itu pada memek Rahma menimbulkan sesuatu yang tak pernah dia rasakan, kenikmatan, geli, panas, malu berkumpul menjadi satu, membuat nafasnya menjadi terengah – engah.

    Badan Rahma menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak masuk ke dalam lubang vaginanya.
    "Aaakkh..!" Rahma mejerit keras, matanya mendelik, badannya mengejang keras saat Farids dengan kasarnya menghujamkan batang kemaluannya ke dalam lubang vagina Rahma dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang memek Rahma yang masih kencang dan rapat itu. Keringat pun lalu membasahi jubah dan jilbab lebar yang masih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan Farid berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.

    Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina Rahma, Farid mulai menggenjotnya, mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela kemaluan Rahma yang sedang disusupi kemaluan Farid itu. Dengan irama cepat Farid mulai menggenjot tubuh Rahma, rintihan Rahma pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Farid.
    "Ooh.. oh.. oohh..!" badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Farids yang semakin bernafsu.

    Setelah beberapa menit kemudian badan farid menegang, kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Rahma, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Farid berejakulasi di rahim Rahma. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Rahma hanya dapat pasrah menatap wajah Syam dengan panik dan kembali memejamkan mata di saat Farid bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Rahma.


    "Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?" ujar Farid sambil menyusupkan tangannya di balik jilabab dan membelai-belai rambut Rahma dan kemudian mencopot jilbab yang dipakai akhwat cantik yang mirip Ratih Sanggarwati ini.
    Beberapa saat lamanya Farid menikmati kecantikan wajah Rahma yang kini tanpa jilbab itu sambil membelai-belai rambut dan wajah Rahma yang masih merintih-rintih itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang memek Rahma.

    Setengah jam kemudian kembali nafsu Farid naik dan dia kembali menyetubuhi Rahma, kali ini Farid mencopot seluruh pakaian Rahma hingga telanjang bulat. Untuk kedua kalinya dia orgasme di atas tubuh Rahma. Sejak itu, Farid sering mengajak Rahma untuk melayani birahinya. Akhwat cantik ini tak dapat menolak sebab jika menolak dia diancam kalau adegan yang direkam itu akan disebarkan. Karena sering mengentot tanpa pengaman akhirnya jadwal bulanan Rahma tidak datang. Rahma hamil. Rahma memohon Farid untuk menikahinya walaupun harus jadi istri kedua. Tentu saja Farid berbaik hati mau menikahi Rahma sebab dia sudah lama mengincar akhwat cantik asal Ngawi yang berwajah mirip Ratih Sanggar wati ini.
    >>> Jilbab Lover <<<
    Do not forget to say thanks ...

  3. #3
    Tukang Ngocok kebon's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Location: Pondok Jilbab

    Posts: 214

    Thanks: 1

    Thanked 3,218 Times in 112 Posts

    Thumbs up Nia dan Tuti


    Malam itu, Nia sedang tertidur di depan televisi sekitar pukul 23.00 wib
    di rumah saudara sepupunya. Jilbab lebarnya tetap tidak bisa menyembunyikan
    lekukan payudaranya yang besar. Sepasang mata sedari tadi memperhatikan
    besarnya payudara itu. Pemilik sepasang mata itu mendekat dan desahan nafasnya
    terdengar halus. Terus mendekat dan mencoba menyentuh tangannya ke gundukan
    dada montok milik Nia. Dengan hati-hati tangan itupun mulai meraba dengan
    lembut berkali-kali.

    Nia tidak terbangun, sepertinya gadis cantik berjilbab lebar itu sangat letih sekali akibat perjalananannya
    tadi siang menuju rumah Tuti saudara sepupunya yang ternyata seorang aktivis
    berjilbab lebar juga. Karena mengetahui kondisi itu, Dada montok itu terus saja
    diraba halus berulang-ulang, bahkan sesekali diremas-remas sehingga puting
    payudara Nia menonjol mengeras. Sepertinya hasrat seksualnya mulai naik. Tapi
    tetap saja mata Nia masih terpejam. Sepasang tangan tidak berhenti sampai di
    situ, lalu dengan perlahan membuka sedikit ke atas jilbab putih yang dikenakan
    Nia sampai ke leher dan ternyata Nia menggunakan gamis panjang dengan resleting
    di depan dada hingga ke perut.

    Tangan itu kemudian membukaresliting gamis Nia, sehingga tampaklah beha tipis berwarna krem dengantampilan putting yang sudah menonjol keras. Putting itu disentuh, dijilat,kemudian beha itupun dilepas pengaitnya yang berada di depan. Terpampanglah duabukit kembar yang putih menantang, terdapat rambut-rambut halus di sana, saking
    putihnya menampilkan warna kebiruan pembuluh darah Nia. Dengan putting areola
    yang berwarna merah jambu yang menonjoltanda rangsangan birahinya telah naik. Mungkin saat ini Nia sedang bermimpi. Semakinlama jilatan berubah menjadi hisapan dan nafas Nia sudah tidak beraturan lagi. Desahanmulai terdengar hhhh…emmmm…hhhhh…sssssshh….hhhmmmm. Sepasang tangan meneruskan gerilyaannya sampai ke pusar Nia. Lalu tangan kanannya mencoba untuk menarik rok Nia ke atas hingga tampak cd berwarna putih mencetak bibir kemaluan Nia
    yang cembung. Indah terlihat dan menantang siapa saja yang memandangnya.

    Hisapan dan jilatan terhenti,sepertinya konsentrasinya telah berubah pada bagian dalam yang tersembunyidalam cd putih itu. Lalu dengan hati-hati sepasang tangan itu meloloskan cdputih itu ke bawah maka bibir kemaluan yang cembung itu terlihat. Bulu jembuthalus terlukis indah di atas nya. Bibir kemaluan yang berwarna merah jambu
    terlihat seksi dengan tonjolan klitoris (itil)nya.. langsung saja bibir
    kemaluan itu di jilati dan tonjolan itilnya di sentuh dan ditekan tekan.
    Desahan kenikmatan Nia terdengar lagi…uhhhhhhh…uhhh……





    Wajah cantik itu terlihat sayu,mata yang masih saja terpejam seakan sedang bermimpi terus mengeluarkan desahan kepedasan mirip rintihan…

    Satu jari lalu mencoba menerobosliang memek sipemilik jilbab lebar ini…ditusuk dengan perlahan-lahan lalu dikeluarkan lagi lalu dimasukkan lagi terus berulang-ulang…sehingga bibir memek itu semakin lebar terbuka.

    Basah pada bibir memeknya tanda
    rangsangan birahi telah terbakar jauh. Tusukan jemari ditambah hisapan pada
    itil gadis berjilbab besar ini, semakin membakar birahi. Kedua kaki Nia
    menegang dan seakan menjepit kepala seseorang yang sedang merangsang birahinya
    saat itu. Ternyata Nia telah sampai klimaks orgasmenya yang pertama seumur
    hidupnya baru dia rasakan membuat lemas seluruh sendinya. Lalu pakaian Nia
    dirapikan kembali oleh orang misterius itu. Dan menghilang dibalik salah satu
    kamar di rumah itu..

    Mata Nia perlahan terbuka, adaperasaan aneh malam itu yang dia rasakan..rasa yang begitu nikmat, wajahnyabersemu merah tanda malu. Nia memeriksa kondisinya dan memegang kelaminnya yang ternyata basah hingga membasahi cd putihnya. Dia kaget dan bangun dari sofa menuju kamar mandi untuk segera membersihkan memeknya yang basah lembab itu.Di kamar mandi Nia membuka cdnya sambil berjongkok Nia siram dengan air pada s*****kangannya. Tersentuh itilnya
    saat membersihkannya dengan tangan kirinya. Rangsangan birahinya kembali naik…Nia
    heran, perasaan ini seperti yang ia rasakan saat tidur tadi.
    Lalu itil Nia bertambah tegang

    saat sentuhan jari Nia dilanjutkan untuk yang kedua. Nia terpekik oohhhh…hhh.

    Nia tidak menghentikan sentuhan jarinya pada itilnya bahkan semakin hanyut

    dengan sentuhan itu desahannya semakin lama semakin keras…uuhhhh hehhh ohhh…sssshhhhh.

    Tak hanya di situ tangan satu lagi malah diarahkan ke lubang memeknya, membelai

    bibir memeknya dan terasa memeknya mulai basah lagi….



    Semakin penasaran saja, Nia

    meneruskan aksinya, jarinya pun akhirnya ditusukkan ke dalam lubang memeknya….rintihan

    tertahan keluar dari bibirnya yang tipis oohhh…”kenapa terasa nikmat”

    bathinnya. Tusukan jari di lubang memek semakin lama semakin cepat,
    bersamaan itu tangan satu lagi mulai membuka gamis atasnya dan membuka
    cup beha cremnya lalu dengan refleks mulai meremas toket besar nya.
    Tusukan dengan satu jari beruh menjadi 2 jari karena Nia memasukkan
    jari keduanya ke dalam lubang memeknya ini membuat matanya membulat
    terbuka karena kenikmatan yang Nia rasakan. Semakan lama semakin cepat
    sodokan kedua jarinya.

    rintihan itu berubah menjadi jeritan tertahan tatkala Nia telah klimaks untuk

    yang kedua kalinya…Bedanya klimaks pertama Nia rasakan karena sensasi saat

    dalam keadaan tidur tapi sekarang klimaksnya karena aksi masturbasinya. Lalu

    setelah bersih-bersih Nia kembali memakai cdnya dan dan menutup cub behanya lalu bergegas keluar dari kamar

    mandi dengan perasaan yang tak mampu diungkapkan. Nia masuk ke kamarnya dan

    membaringkan tubuhnya dengan fikiran yang membingungkan dengan kejadian malam ini. Hingga Nia tertidur hingga menj***** shubuh.

    Saat menj***** Shubuh pintu kamar Nia diketuk oleh seseorang dari luar. Nia terkejut, sambil mengusap-usap mata Nia bertanya, "Siapa?" Lalu menyahut seseorang dari luar, "Ini Tuti, ayo Nia yang manis bangun yuk kita sholat.". Lalu Nia bangkit dari pembaringan dan segera menuju kamar mandi.

    Tuti dan Nia adalah saudara sepupuan. Bodi Nia sangat bagus. tubuh ramping yang selalu tertutup dengan busana muslimah menyimpan tubuh seksi yang sangat menggoda bila dibuka. Gunung kembar bak buah pepaya mengkal dengan puting merah jambu. perut datar dan lekukan pinggang yang seperti gitar spanyol. Belum lagi dengan memeknya yang kemerah-merahan lebih tepatnya merah jambu dengan itil yang agak menonjol kedepan. ada rambut pubis halus di atasnya sehingga menambah seksi saja bila dilihat.

    Tuti sebenarnya tidak kalah cantik, Tuti dan Nia sama-sama cantik. Toket dan memek imbanglah bila dibanding kan keduanya. hanya Tuti lebih tinggi sedikit dibanding Nia. Mereka adalah gadis-gadis berjilbab yang menyembunyikan kecantikan alami mereka. Pagi ini mereka rencana jalan-jalan dan belanja.

    Nia sudah semalaman menginap dirumah saudara sepupunya ini sementara memang hanya mereka berdua saja yang ada di dalam rumah. Papa dan mama Tuti sedang mengunjungi Neneknya di Bandung.

    Saat Nia mandi, Nia teringat dengan kejadian malam tadi. Nia bertanya-tanya dalam hatinya, apakah kejadian semalam itu hanya mimpi? Lalu Nia menggosok giginya yang putih dan dilanjutkan dengan membersihkan kulitnya dengan sabun mandi. Saat Nia menyabuni toketnya yang menggantung indah itu, Nia merasakan sensasi nikmat tatkala menyentuh putingnya, Nia agak lama menyabuni toket mengkalnya....lalu tangan yang satu lagi membersihkan memeknya yang ditumbuhi rambut-rambut halus. Nia mulai mendesah nikmat tatkala sabun itu menyentuh memek dan itilnya. Sesekali sabun itu dimasukkan ke dalam lubang memeknya yang sudah mengembang merekah karena gejolak birahinya. ehhh...hhhh uhhhh... nikmat sekali...erangnya. Tiba-tiba pintu kamar mandi diketuk oleh Tuti. "Nia? koq lama banget nich mandinya? waktu shubuh nich..ayo cepetan." Lalu Nia dengan gemetar menjawab eh iiyyaaa...sebentar lagi Nnia siap." Uh..makinya, kejadian ini jadi tertunda dan NIa terpaksa mempercepat mandinya.

    Pukul 09.00 mereka bersiap-siap untuk jalan-jalan dan belanja mereka, Nia dan Tuti terlihat seperti adik dan kakak saja sangat akrab bergandengan tangan. Sesekali Tuti menggelitiki Nia saat bercanda dadn Nia pun tertawa kegelian. Kadang tak sengaja gelitikan itu membuat dada montok Nia tersentuh dengan lengan Tuti, ntah kenapa Nia berubah wajahnya memerah malu..mungkin birahinya naik lagi. Nia akhirnya mengatakan cukup dech main-mainnya.. dan Nia memandangi Tuti dengan tatapan yang agak berbeda. Nia seakan membandingkan fisiknya dengan fisik Tuti yang walau tertutup dengan jilbab lebarnya tapi Keindahan tubuh Tuti tetap tampak dari luar pakaiannya. Tutu memanggil Nia dan bertanya "koq bengong". Nia pun akhirnya tersadar dari fikiran ngeresnya. "oh ngga apa koq".

    Seharian mereka belanja dan barang belanjaannya pun cukup banyak. Terlihat Nia udah kelelahan seharian jalan dan belanja bersama Tuti.

    Mereka berdua sampai dirumah malam hari sekitar pukul 22.00, lalu mereka mandi. Selesai mandi mereka masuk ke kamar masing-masing dan Nia merebahkan tubuhnya yang sangat kelelahan sehabis belanja.

    Jam berdentang menunjukkan waktu 23.00 saat itu dan Nia udah terlelap dalam tidurnya. Pintu kamar Nia perlahan terbuka, sepasang mata kembali memperhatikan tubuh Nia yang hanya memakai baju tidur tanpa menggunakan beha dan cd dari balik pintu. Lalu mengendap endap masuk dan memperhatikan Nia yang memang telah pulas tidur. Terdengar dengkuran halus dan nafas yang teratur. Nia punya kebiasaan kalau udah bobok, susah dibangunin bila terlalu letih. pemilik sepasang mata misterius ini melakukan aksi yang serupa dengan kejadian malam kemarin yaitu ingin membangkitkan birahi gadis aktivis ini.

    Malam ini agak berbeda, karena hal yang pertama dilakukannya adalah merabai betis dan paha Nia. dengan halus kaki Nia diraba dan diciumi serta dijilat dengan hati-hati..rambut-rambut halus pada betis dan paha Nia tegak dan pori-pori kulitnya pun meremang.

    Betis, paha, lalu mengarahkan ciuman dan jilatannya pada lipatan paha yang ternyata sudah basah membayangi celana luar Nia yang tidak ber cd itu. Lalu membuka perlahan celana itu dan setelah celana dengan gampangnya terbuka maka tampaklah memek yang mengembung indah dengan itil yang mulai mengeras.

    Dengan hati-hati agar Nia tidak terbangun dari tidurnya, maka si misterius ini mengusap bibir memek Nia yang indah ini, merabainya dengan halus sehingga Nia mengeluarkan desahan-desahan. Agak lama itilnya disentuh-sentuh dan dipilin-pilin lembut sehingga erangan Nia terdengar. Si misterius ini juga dengan hati-hati membelai memek dengan jari yang membelah bibir memek Nia. Lalu dihisaplah itil Nia yang sudah sangat mengeras. Nia tetap tampak dalam kondisi tertidur, hanya desahan-desahan saja yang keluar dari bibir sensualnya.
    Desahan-desahan erotis Nia makin menjadi-jadi, disertai erangan kenikmatan tatkala itilnya dipilin-pilin oleh simisterius ini. memek yang menggembung ini semakkin terbuka merekah berwarna merah jambu.

    Indah sekali terlihat semakin mempesona. Wajah Nia yang cantik makin bertambah ayu dengan desahan desahan nikmat itu..lubang memek itu semakin basah saja..suara desahan itu uuuhhh..hhhhehhhh...ohhhh....ssshhhhhhmmm.....

    sesekali sang misterius itu memperhatikan wajah Nia yang ayu sambil tersenyum...
    Lalu melanjutkan aksinya dengan perlahan memasukkan sebuah jarinya ke dalam lubang memek Nia yang membuat Nia semakin resah tidurnya...

    Terus jari tersebut diam sebentar, dan kemudian dilanjutkan kembali sambil menusuk-nusuk pelan.

    Itil Nia semakin tegang saja dan memeknya semakin basah saja..piyama Nia lalu di singkap dngan membuka kancing bajunya. Tersembullah bukit putih halus dengan rambut-rambut halus disekitarnya menambah kecantikan bukit kembar Nia.

    Di sentuh puting yang telah mengeras sejak tadi. dijilati dengan halus beberapa kali. Tetap saja Nia tidak terbangun. Nia mengerang birahi, mendesah, mendesah, dan mendesah kulit halus toketnya terus diremas, sehingga putingnya makin menegang keras.

    Lalu setelah dirasa cukup, maka sang misterius kembali melihat memek Nia yang semakin basah saja.

    Kemudian dia mengulangi lagi untuk mengemut itil sang gadis cantik ini. uuuhhhh...desahan nikmat Nia semakin menjadi jadi.

    Kembali jarinya disusupi kedalam lubang memek Nia yang sangat basah itu semakin dalam dikeluarkan dimasukkan lagi begitu seterusnya. Tak berapa lama nafas Nia sudah sangat tidak beraturan Dan Nia menegang tanda klimaks birahinya berakhir..aaahhhh...tubuh Nia melemas

    Beberapa saat sang misterius ini memandangi wajah di depannya dengan tersenyum..lalu keluar dari kamar Nia..
    Nia terbangun dari tidurnya..terkejut karena pakaiannya terbuka.
    Nia heran, koq bisa bajunya terbuka. Diperhatikan tubuhnya yang seksi menggoda itu dengan puting yang mengeras dan memek yang masih basah. Lalu tangan kirinya mencoba menyentuh puting kirinya yang masih tegang ohhh...nafas Nia tersengal. Nia heran dengan dirinya sendiri.

    Lalu tangan kanannya pun memegang bagian bawah tubuhnya yaitu memeknya,basah, dan itilnya menegang..
    Nia memerem melekkan matanya tatkala tangannya sudah membelah bibir memeknya..
    Nia sang gadis jilbaber ini tak kuasa membendung birahinya..

    Kemudian Nia masukkan jarinya ke dalam lubang memek yang telah merekah itu, ditusuk-tusukkan jarinya, mata gadis yang kesehariannya berjilbab ini mendelek membulat karena merasakan memeknya dirojok2 dengan jarinya. Toketpun kembali diremas-remas olehnya.

    Tanpa diketahui oleh Nia, aksi masturbasinya ternyata sedang diperhatikan dari lubang kunci oleh si misterius ini..Dengan tersenyum terus memperhatikan tubuh Nia yang telanjang sedang memuaskan syahwat birahinya sendiri. Sang Misterius ternyata sangat bernafsu dengan kejadian di dalam kamar Nia, Diapun mendesah-desah sambil meraba-raba bagian-bagian tubuhnya.
    Tanpa diketahui oleh Nia, aksi masturbasinya ternyata sedang
    diperhatikan dari lubang kunci oleh si misterius ini..Dengan tersenyum
    terus memperhatikan tubuh Nia yang telanjang sedang memuaskan syahwat
    birahinya sendiri. Sang Misterius ternyata sangat bernafsu dengan
    kejadian di dalam kamar Nia, Diapun mendesah-desah sambil meraba-raba
    bagian-bagian tubuhnya.

    Nia sampai menungging-nungging merasakan kenikmatan dunia yang dirasakan olehnya saat ini
    Kedua jarinya telah tertanam dalam lubang memek merah jambunya...Nia kelihatan seperti wanita binal dalam mengaduk-aduk memeknya yang sensasinya begitu dahsyat.

    Nia berteriak-teriak tatkala klimaksnya sampai...ohh accgggrrrr....dan jarinya terus dipompa secepat-cepatnya...posisi Nia sekrang ini dalam keadaan telungkup. Dan kocokannya semakin lama makin melemah dan kemudian desahan lepas pun hilang. Nia merasakan lemas sekali..Barusan Nia memompa birahinya dengan sejadi jadinya..

    Nia Kemudian tertidur...
    Sang misterius menghilang dari belakang pintu kamar Nia.

    Nia terbangun di malam hari sekitar jam 02.00 dini hari. Nia merasa haus, dan bergegas bangun untuk pergi ke dapur. Pakaian yang berserakan di tempat tidur lalu dipungutnya dan kemudian dipakainya. Sampai di dapur Nia mengeluarkan air minum yang ada dikulkas dan segera diseruput minuman dingin tersebut dan lepaslah dah****ya. Lalu Nia duduk di meja makan dekat dapur. Sambil menyeruput air lagi, Nia memikirkan kejadian demi kejadian semenjak Nia menginap di rumah sepupunya yang juga seorang jilbaber seperti dirinya.

    Nia merasa heran, koq bisa dia mengalami sensasi dahsyat ini?
    Selama ini Nia tidak pernah terlintas punya fikiran kotor di dalam otaknya tapi.. dalam dua malam ini dia merasakan keanehan.

    Keanehan yang didapat dalam tidur nyenyaknya sehingga mengalami orgasme.
    Tapi malam ini..saat terbangun, kenapa pakaian Nia terbuka semua? Apakah syahwat remajanya sebegitu dahsyatnya?Sehingga tanpa sadar Nia membuka sendiri pakaiannya? Semenjak orgasme saat tertidur malam kemarin. Nia merasa syahwatnya meledak-ledak. Ternyata organ-organ sensitif Nia sudah sangat sensitif untuk dijamah. Nia menerawang jauh..malu rasanya mengingat kejadian yang telah terjadi. Nia adalah seorang gadis berjilbab yang selama ini selalu menjaga hatinya terhadap hal-hal semacam ini. Tapi dua malam ini telah mengubah diri seorang Nia.

    Nia yang dikenal oleh teman-teman kampusnya sebagai seorang aktivis yang menjaga pergaulannya ternyata hari ini telah mengubah Nia menjadi gadis binal dengan sex swalayan. ah...desahan Nia ketika mengingat kejadian ini.

    Nia bangkit dari kursinya hendak kembali menuju kamarnya. Ingin memikirkan kejadian ini sambil berbaring di kasur empuk dikamarnya.

    Ketika melewati kamar Tuti, Nia terperanjat dan kaget. Nia mendengar suara-suara aneh yang berasal dari Tuti.
    Nia dengan pelan-pelan mendekati pintu kamar Tuti. Nia semakin penasaran karena suara semacam itu tak mungkin Nia lupa dengan bentuk suara itu.
    Ketika melewati kamar Tuti, Nia terperanjat dan kaget. Nia mendengar suara-suara aneh yang berasal dari kamar Tuti.
    Nia

    dengan pelan-pelan mendekati pintu kamar Tuti. Nia semakin penasaran

    karena suara semacam itu tak mungkin Nia lupa. Nia sangat kuatir dengan
    Tuti. Apa selain kami berdua ada orang lain dirumah ini? Da orang itu
    sedang mengganggu Tuti? Juga pernah menggangguku?bathinnya. Nia mencoba
    mendekati pintu kamar itu. Nia langsung mengintip lewat celah lubang
    pintu apa yang terjadi.

    Ah...Nia kaget, terkejut dengan kejadian yang ada di dalam kamar Tuti saudara sepupu Nia yang juga seorang jilbaber.

    Lalu
    Nia mencoba mengintip lagi..ohh? Sedang apa Tuti? Nia terperanjat. Nia
    menyaksikan dari lubang kunci kamar Tuti kejadian
    yang....ooohhhhh?????? Tuti di atas ranjang...tanpa
    busana....telanjang. Tubuh bugil Tuti memperlihatkan kulitnya yang
    kuning langsat, cantik, toket besar mirip melon bergantungan
    kembar...Terlihat wajah Tuti yang cantik itu sedang meringis seperti
    orang yang kepedasan.

    oooughgh...yeahhhhhhhuhhhhh...hmmmmmm...yaaaa...uu hhhh...shhhsssssss...
    Perut
    rampingnya tanpa lemak, pinggulnya yang indah.....dan Nia merasa tegang
    sekujur tubuhnya menyaksikan adegan yang ada di dalam kamar Tuti.

    Mengapa
    tidak? Tuti yang tanpa busana sedang meremas-remas toket gedenya dengan
    keras, terlihat bekas kemerahan pada kulit toketnya. puting yang
    kecokelatan terlihat sangat tegang menantang dan dipilin-pilin dengan
    keras..tampak desahan-desahan Tuti yang dapat mengundang birahi...

    Nia
    sangat terkejut dengan pemandangannya di sekitar kelamin Tuti...Apa
    itu? bathin Nia. Ada benda panjang yang menusuk-nusuk lubang memek
    Tuti. Dan ketika Nia memperhatikan lebih lama Nia bisa mengenal benda
    itu. Ohhhh...Tuti?Nia melenguh...Takut dan takjub...benda itu adalah
    timun yang agak besar dan panjang sedang merobek-robek atau lebih
    tepatnya menyodok-nyodok lubang memek Tuti...

    Ternyata Tuti yang seorang aktivis jilbaber ini tampak sedang melakukan masturbasi dengan timun besar...
    Nafas
    Nia tersengal sengal. Tanpa disadari Nia, dirinya juga ikut terangsang
    dengan adegan yang diperagakan oleh Tuti saudara sepupunya yang
    sama-sama aktivis di kampusnya.

    Pandangan Nia tak lepas dari
    memek Tuti yang menciut ke dalam tatkala timun itu disodok masuk ke
    lubang memek tuti dan mengembung keluar tatkala timun itu ditarik
    keluar.

    Semakin tersengal-sengal nafas Nia..Dan Nia secara
    refleks membuka piyamanya bagian depan dan meraba-raba puting susunya.
    Dan tangan satu lagi merogog memeknya...Nia memang tidak percaya
    saudara sepupunya ternyata melakukan hal seperti ini...

    Terlihat Tuti sudah berkali-kali orgasme, tapi tetap aja timun itu tidak berhenti menyodok lubang memek Tuti..
    Nia
    merasa heran juga dengan stamina Tuti, Tuti berteriak histeris setiap
    sampai pada klimaksnya. Sepertinya sudah sampai lima kali Nia melihat
    Tuti orgasme...

    Nia pun tak mampu membendung orgasmenya sampai dua kali menyaksikan adegan Tuti yang begitu menggairahkan...

    Nia
    menjadi terangsang melihat tubuh Tuti yang tanpa sehelai benangpun yang
    menutupinya terlihat. Tetek atau toketnya yang menggunung mirip buah
    melon itu dapat membuat Nia grogi.




    Nia menjadi terangsang melihat tubuh Tuti yang tanpa sehelai benangpun yang

    menutupinya terlihat. Tetek atau toketnya yang menggunung mirip buah

    melon itu dapat membuat Nia grogi.

    Nia tanpa menyadari kalau Nia telah menyukai bentuk fisik seorang wanita, dan wanita itu adalah sepupunya sendiri...ohh...akhirnya Nia telah klimaks untuk yang ke 4 kali...Sepertinya Tutipun telah menyelesaikan permainan seks swalayannya..

    Nia tergesa-gesa masuk ke dalam kamarnya sendiri. Kemudian tertidur hingga pagi.

    Di pagi yang cerah Nia dan Tuti duduk-duduk di ruang keluarga. Dengan kondisi fresh setelah sarapan pagi mereka berdua bercerita di ruang tengah itu. Tuti bertanya apakah Nina betah tinggal di rumahnya. terus bertanya tentang 2 malam ini nyenyak ngga tidurnya. Nia bingung juga menjawabnya. Nia tidak pernah bisa berbicara bohong.

    Nia sebenarnya ingin sekali menanyakan tentang hal yang terjadi semalam.

    "ada apa Nia?" Tuti bertanya.

    "mmm, ngga ada apa2." Jawab Nia bingung.

    "Tuti Lihat Nia menyembunyikan sesuatu? Ayo katakanlah Nia."

    " Begini Tuti. mma af sebelumnya...

    "Aku... aku..." Nia tergagap.

    Tuti mendekatinya, dengan suara lembut kemudian berkata,"Jangan takut katakanlah Nia."

    "Maaf Tuti, Nia...Ni..a, melihat Tuti semalam sedang...."

    "Ha? Apa Nia?"

    "Kamu Tuti, kamu sedang...ngewe ama timun..."Akhirnya Nia mampu meneruskan ucapannya.

    "Oh?"Tuti gelagapan, ternyata Nia telah melihat rahasianya.

    Tuti mencoba tenang. Lalu Tuti semakin mendekat ke Nia.

    Lalu tangannya merangkul kepala Nia. Kedua gadis cantik dan seksi yang sedang menggunakan jilbab lebar itu sangat dekat sekali. Tuti kemudian mencium bibir Nia. Nia kaget sehingga mencoba menarik diri. Ciuman kedua bibir itu terlepas.

    "Kenapa Nia?" Protes Tuti.
    "Maaf Tuti." Kita...

    "Nia...Tuti tahu koq kalau Nia juga punya syahwat yang sama dengan Tuti. Syahwat kita sangat besar..."
    Tuti terus merapat ke tubuh Nia, lalu menyentuh toket Nia yang masih tertutup gamis dan jilbab itu. "Jangan Tuti kita..."

    Tapi Tuti terus saja meremas toket Nia yang besar itu yang seperti buah pepaya itu. Nia ternyata tidak menepisnya. Tampaknya Nia menjadi ragu dengan dirinya sendiri..Remasan-remasan tangan Tuti semakin lama semakin membuat Nia terbakar gejolak birahinya. Nia tampak gemetar. Tuti kembali mencoba mencium bibirnya. Semula Nia diam saja. Lama kelamaan secara naluri Niapun ikut membalasnya.

    Nia sudah lupa dengan segalanya, jilbabnya, komitmen menjaga kehormatannya. Nafsunya sudah sampai ke ubun-ubun. Nia ditelanjangi oleh Tuti, Seorang jilbaber seperti Tuti ternyata menjadi buas dalam urusan seks. Kembali toket Nia yang besar itu diremas, puting Nia yang berwarna merah jambu itu diisap oleh Tuti bergantian kiri kanan. Tampaklah tubuh mulus Nia yang menggoda pandangan mata siapapun yang memandangnya.

    Kini Tuti yang cantikpun melepaskan semua pakaiannya hanya jilbab yang masih dipakainnya.

    "Ayo Nia..sentuhlah tetekku..kamu suka khan?" Nia ragu, tapi tangan Nia digenggam oleh Tuti. Lalu diarahkan untuk memegang toket Tuti. Nia akhirnya mulai memegang dan meremas toket Tuti. Mereka bersama saling memegang toket lawannya. Sambil berciuman, walau agak kaku, tapi lama-lama mereka jadi terbiasa. Saling melilit-lilit lidah, menghisap air liur, seakan rasa jijik telah hilang bagi mereka berdua.

    Terlihat mereka sambil berguling-guling, masih berciuman dan meremas toket.


    Kini Tuti yang cantikpun melepaskan semua pakaiannya hanya jilbab yang masih dipakainnya.

    "Ayo
    Nia..sentuhlah tetekku..kamu suka khan?" Nia ragu, tapi tangan Nia
    digenggam oleh Tuti. Lalu diarahkan untuk memegang toket Tuti. Nia
    akhirnya mulai memegang dan meremas toket Tuti. Mereka bersama saling
    memegang toket lawannya. Sambil berciuman, walau agak kaku, tapi
    lama-lama mereka jadi terbiasa. Saling melilit-lilit lidah, menghisap
    air liur, seakan rasa jijik telah hilang bagi mereka berdua.

    Terlihat mereka sambil berguling-guling, masih berciuman dan meremas toket.

    Nia dan Tuti saling bercumbu dalam keadaan telanjang tapi jilbab besar mereka tetap tidak dilepas. Toket Nia yang seperti Buah pepaya mengkal itu terlihat merah karena diremas dengan kuat oleh Tuti saudara sepupunya, dihisap dengan rakusnya sesekali dicupang. Nia menjerit gemetar, merasakan sensasi yang begitu dahsyat.

    Nia pun juga melakukan hal yang sama, menarik puting payudara Tuti yang mancung karena tegang. Tuti seperti sudah berpengalaman dengan seks tak berhenti sampai disitu. Tuti menjilati leher Nia sambil menyibakkan jilbab Nia hingga keleher. Tangan yang satu terus meremas toket Nia yang besar itu, sedang tangan yang lainnya bergerilya ke pusat ke pubis lalu mencari itil Nia yang sudah sangat mengeras.

    Nia menjerit "Aduh!" karena terkejut birahi saat tangan Tuti menyentuh Itilnya. Memek Nia sudah sangat basah. Hanya sebentar ternyata Nia telah sampai pada orgasmenya yang pertama di pagi ini. Nia terlihat lemas sambil merasakan klimaksnya yang sudah datang.

    " Ayo Nia. mainkan memekku!" Lalu Nia memandang ke bahagian bawah tubuh Tuti. Terlihat bulu jembut yang agak lebat. Ternyata Tuti jarang sekali mencukur bulu jembutnya. Nia terpesona melihat pemandangan ini. Birahinya naik kembali.

    Tangan dan lidah Nia dengan nakal menyusuri lembah memek Tuti yang walau tertutup bulu jembut, tetap memeknya sangat indah dibalik jembutnya. Warna kemerahan dengan itil yang mencuat ke depan ereksi. Nia emut itil Tuti, Tuti menggelinjang dengan mengangkat pantatnya. Saat itu Tuti sambil berbaring telentang. Dengan leluasa Nia menjilati itil dan lubang memek Tuti yang telah mengeluarkan lendir yang cukup banyak.

    Terasa asin dirasakan Nia, tapi lama kelamaan Nia menjadi terbiasa. Nia mencoba memasukkan dua jarinya ke dalam lubang memek Tuti, karena Nia yakin dua jarinya beklumlah sebesar timun yang dimasukkan Tuti ke dalam memek Tuti semalam. Tuti menggeliat dan menjerit jerit kenikmatan.

    ya....oh...iyaaa Nia betul Niaa..... eennn...naaakk oughhhh...yeaahhhhhh.... uuuhhh ouchhh....

    Erangan Tuti menjadi-jadi...Tusukan dua jari Nia yang bertubi-tubi telah membuat Tuti menegang kejang...sangat erotis sekali pemandangan ini...Tuti yang masih menggunakan jilbab lebarnya melengkungkan badannya dengan nafas tersengal Tuti telah dilanda birahi yang sangat dahsyat sehingga telah sampai pada klimaks pertamanya..juga pemandangan Nia yang juga masih menggunakan jilbab yang sudah basah dengan keringat mereka berdua dengan kepala Nia yang berjilbab itu dijepit oleh paha Tuti yang sudah klimaks itu.

    Tuti mmemeluk Nia dan Nia pun memeluk Tuti. Lalu Tuti mengajak Nia ke dapur dan ternyata mereka melanjutkan kembali aksi mereka sebelumnya. Didapur Nia dibaringkan oleh Tuti di atas meja makan, lalu Tuti menjamah tetek Nia yang besar lalu di emot dan diremas-remas, Nia telah naik lagi birahinya, menggeliat di atas meja makan hmmmm...mmmmhhhh....ssshhhhhhht....uhsssshhhhh...s ***** tak berapa lama Tuti telah membuat lubang memek Nia basah karena mulut Tuti sudah menyerang itil Nia dan menjilatinya.

    Karena sudah basah sekali Tuti membuka kulkas yang ada di dapur lalu mengambil buah timun yang cukup besar. Nia tidak memperhatikan Tuti saat itu. Tangannya sibuk meremas-remas susunya sendiri, juga menekan-nekan itilnya sendiri.

    Tuti kemudian mendekat ke arah Nia, lalu mencium bibir Nia yang tipis menggoda. Sangat buas ciuman mereka.
    Kemudian Tuti kembali meraba paha Nia sampai pada kemaluannya, Tuti menggigit-gigit pelan itil Nia. Sambil tangan kanannya mengarahkan buah timun itu ke arah s*****kangan Nia.

    Mencoba menusuk lubang memek Nia. Mata Nia melotot ketika merasakan ada benda tumpul yang akan mendesak lubang memeknya. Nia berteriak Tuu..ti...aa..pa ii..niiii.
    Tuti tetap meneruskannya mendorong timun itu...Aaduuuhhh saaakiiit Tuti...aaaaaaaa....ternyata timun itu sudah merobek selaput dara Nia.

    Tuti menghentikan sodokan timun ke memek Nia. Tuti menekan itil Nia agar hilang rasa sakit Nia menjadi horny. Sambil tangan kirinya meremas toket Nia yang sudah mengkilat karena keringat...
    Lalu perlahan lahan rasa sakit itu hilang lalu Tuti dengan perlahan mulai memompa buah timun yang cukup besar itu di lubang memek Nia.

    oooohhhhh...ouughhhh...hehhhhhhehhh ohhmmmm mmmmmmhhh...

    Tuti tersenyum melihat sepupunya yang cantik berjilbab ini telah merasakan kenikmatan pompaan buah timun di memeknya. "Gimana Niaaah? enak khan?"

    Nia tak mampu berbicara Nia hanya mengangguk saja sambil mendesah desah...

    Tuti terusmenyodokkan buah timun itu ke dalam memek Nia. Lalu Tuti ikut naik keatas meja makan yang kokoh itu sambil mengangkangi wajah Nia yang berbaring telentang. "Ayo Nia jilatin memek Tuti ya..?" Nia pun menjilatinya sambil sesekali mendesah desah kenikmatan.

    Lalu tanpa melepaskan timun yang berada di lubang memek Nia, Tuti kembali turun lalu membuka kulkas dan mengambil timun satu lagi. kemudian naik ke meja makan sambil mengangkangi wajah Nia. Tuti sebelumnya memberikan timun itu ke Nia. "Nia, colokin sama ini ke memek Tuti ya..." Dan Nia pun akhirnya memasukkan buah timun itu ke dalam memek Tuti. Mereka berdua mendesah nikmat dan menjerit-jerit ketika masing-masing lubang memek mereka disok buah timun besar itu. mereka saling memompakan timun yang ada ditangannya ke dalam lubang memek sepupunya. jeritan nafsu terdengar diruang dapur itu.

    Untungnya rumah Tuti itu kedap suara sehingga tetangga takkan pernah bisa mendengar jeritan horni mereka. Buah timun itu di aduk aduk dalam lubang memek mereka...Nia telah menyemprotkan cairan klimaksnya yang kedua sehingga timun itu semakin licin aja bergerak begitu juga Tuti junga mengalami orgasmenya yang ke dua..mereka menjerit-jeritt mendapat klimaksnya....s***** tak berapa lama mereka pun sama-sama terbaring lemas. Tuti brbaring di samping Nia sambil tersenyum puas dan Nia pun memaksa tersenyum agak malu rasanya...

    Nia dan Tuti kemudian masuk ke kamar mandi sambil membawa timun di tangannya. Mereka hendak mandi setelah bergumul di atas meja makan di ruang dapur tadi. Saat di kamar mandi Nia dan Tuti yang masih memakai jilbab lebar saja tanpa pakaian itu lalu melepaskan jilbabnya. Mereka berdua mandi. Tuti yang memiliki tetek besar yang montok mirip melon dengan puting kecil berwarna cokelat muda yang cocok dengan warna kulitnya yang kuning langsat memandangi tubuh Nia yang memiliki tetek yang juga besar mirip pepaya mengkal dengan puting merah jambu yang sedang membasuh tubuhnya dengan air. Tuti mendekat ke arah tubuh Nia, lalu memeluk tubuh Nia dan bibir mereka bertemu saling berciuman. Nia telah banyak belajar dari Tuti cara berciuman yang hot. lidah mereka salang memilin bertukar-tukar air ludah, sesekali menyedot lidah pasangannya. Sambil kedua tangan mereka saling meremas-remas tetek didepannya. Puting Nia dan Tuti mengeras kembali karena remasan remasan nikmat itu. kadang-kadang remasan-remasan itu menjadi seperti meremas saat membilas kain cucian.

    Desahan-desahan keluar dari bibir mereka berdua. ohhh..ohhh...ouhgghhhh... yah..yahh.yahhhh....emmmmmhhhhhh.....

    Desahan-desahan itu menggema diruangan kamar mandi yang agak besar itu. Tak tahan lama-lama berdiri dengan rangsangan birahi, Nia dan Tuti kemudian berbaring membentuk posisi 69. Terjadi aksi jilat menjilat di area memek mereka. menekan nekan itil dengan jari sambil gigit menggigit kecil pada itil pasangannya. Nia dan Tuti berbarengan orgasme pertamanya...

    Kemudian mereka berdiri kembali dan mulai saling menyabuni tubuh di depannya Nia menyabuni tubuh Tuti dan Tuti menyabuni tubuh Nia. Kembali birahi mereka berdua naik tatkala aksi menyabuninnya di area memek. Sambil menggosok-gosok klitoris mereka bersama saling memasukkan jarinya ke dalam lubang memek di depannya.

    Rintihan Tuti telah terdengar bersahutan dengan rintiahan Nia. Kedua saudara sepupuan yang selalu menggunakan jilbab lebar ini ketika keluar rumah, ternyata menyimpan libido yang dahsyat.

    Sekarang jari-jari mereka telah masuk ke dalam lubang memek, mereka mengorek-ngorek lubang memek di depannya...

    yaaaaakkk...yaaa... terus Tutiiii....erang Nia yang sudah menjadi budak nafsu birahinya.

    Tuti melepaskan dirinya dari Nia yang sudah sangat bernafsu. Terlihat Nia agak kesal, akan tetapi kesalnya sirna ketika mengetahui Tuti ternyata mengambil timun yang sebelumnya mereka letakkan di bibir bak mandi.

    "Nia...ayo duduk!" Nia pun mengikuti perintah Tuti. Nia kemudian berbaring. Kemudian Tuti sambil berjongkok mengarahkan buah timun yang cukup besar itu ke lubang memek Nia.

    "Ahhhh..." Jeritan tertahan Nia terdengar saat timun itu mulai memasuki memeknya. Pas mentok masuknya buah timun itu ke lubang memek Nia, ternyata masih menyisakan setengah dari buah timun itu diluar memeknya. Tutipun mengangkangkan pahanya dan ikut memasukkan sisa timun yang keluar dari lubang memek Nia ke dalam lubang memek Tuti. Jeritan Tuti juga terdengar saat timun masuk dan mentok kena rahim Tuti.

    Posisi mereka saling bersatu, lalu mereka saling menggoyangkan pinggul maju mundur. memaju mundurkan pinggul mereka sesekali menempel kedua memek merka kemudian menjauh lalu menempel lagi bak pasangan ngentot.

    Desahan-desahan mereka semakin jelas terdengar. tangan keduanya terus meremas tetek di depannya sedang bibir mereka saling melumat.

    Semakin cepat goyangan maju mundur mreka terhadap timun itu. Sesekali goyanganya berputar-putar...

    seerrrrr seerrrrr.... ahhhhhhhhhhhhhhh........akhirnya memek mereka saling merapat satu sama lainnya dan mereka merasakan kembali orgasmenya untuk yang ke sekian kalinya...

    Sepanjang hari dan malam mereka terus saja mengumbar nafsu dan beberapa jam mereka beristirahat ketika sangat capek. terbangun dari tidurnya mereka mengulangi kembali....seminggu dirumah Tuti saudara sepupunya, Nia selalu ngentotin timun bersama Tuti.

    Nia tidak tahu siapa sebenarnya yang menjdari sang misterius yang pertama sekali telah membangkit birahinya...

    Tutilah sebenarnya sang misterius itu. Tuti memang telah merencanakan sejak lama untuk bisa bermain cinta dengan Nia.

    Rahasia sang misterius tyetap tersimpan. Tuti telah mampu menjadikan NIa tergila-gila ngeseks dengan timun bersamanya...
    >>> Jilbab Lover <<<
    Do not forget to say thanks ...

  4. #4
    Party Animal jakongsu's Avatar

    Join Date: Apr 2009

    Posts: 543

    Thanks: 77

    Thanked 2,520 Times in 264 Posts

    Default

    Ini aliran baru cerita jilbaber mania. Saya suka. ceritanya juga rapi

  5. #5
    Virgin ikh's Avatar

    Join Date: Aug 2009

    Posts: 43

    Thanks: 7

    Thanked 40 Times in 7 Posts

    Talking

    Hiaha...ha...ha.....kayaknya sentimen nich orang....emangnya napa neng....

  6. #6
    Just Married paknegenduk's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Posts: 382

    Thanks: 728

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    karya2 boss KEBON ini kalo di telaah lama2 sama asyiknya dengan cerita boss GENDHOET, tapi kalo bisa jangan di satu in dong boss, di pisah2 jadi bacanya tambah asyik, sukses boss

  7. #7
    Virgin d3w454's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Posts: 28

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    ini cerita dari kebon cukup mengharukan mebuat dede kecillku berlinangan air........crot..waduhlega....


    CARI
    GRETONGAN YANG PASTINYA



  8. #8
    Tukang Ngintip blast's Avatar

    Join Date: Jul 2008

    Posts: 60

    Thanks: 984

    Thanked 1 Time in 1 Post

    Default

    haha...banyak juga yak???

  9. #9
    Virgin tetsuya's Avatar

    Join Date: Apr 2009

    Posts: 11

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    bisa krg dr 20 jt ga?

  10. #10
    Tukang Ngintip dikaprayuda's Avatar

    Join Date: Apr 2010

    Posts: 140

    Thanks: 424

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Thumbs up

    LANJUTKAN ................. !!!!!!!!



Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •