pokerlounge
Maxbet  Kaskus303
Indobokepz - Indonesian Movie and Picture Community
royalwin

 

Sundulbet

 

RumahTaruhan88 Saranapoker idr77



ZonaJudi



Bola54
Alpha4D bola24
pokerace99 togelplus
AonCash AonCash
MacauOnlineBet tglplus
pokerclub BandarJakarta
Royal188 Fairbet88
Royal188 raja303

 

Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 10 of 31
  1. #1
    Tukang Ngocok kebon's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Location: Pondok Jilbab

    Posts: 214

    Thanks: 1

    Thanked 3,218 Times in 112 Posts

    Thumbs up Rasakan Hukumanku Bu ...


    Perkenalkan namaku Tommy, aku sekarang sedang sekolah ternama di
    Ibukota negara ini. Orang tuaku adalah orang terkaya di negeri ini.
    Bahkan sekolah tempat aku belajar dimiliki oleh orang tuaku, yang
    kemudian diberikan pada aku. Sehingga aku adalah pemilik sekolah ini.


    Sekolah ini mempunyai banyak sekali murid-murid, terutama dari
    orang-orang kaya. Orang tua mereka sangat senang mengingingkan anak
    mereka untuk sekolah di sini. Mereka ingin agar anak mereka kenal
    dengan aku, dengan harapan posisi mereka atau usaha mereka dapat terus
    berkembang, dengan bantuan aku.


    Banyak sekali teman-teman aku, yang sangat baik dengan aku, mereka
    ingin agar jabatan orang tua mereka dapat naik pangkat, atau usaha
    orang tua mereka dapat berkembang terus. Banyak sekali siswi-siswi yang
    sengaja yang mendekatiku agar keluarga mereka dapat ditingkatkan
    perekonomiannya. Banyak siswi yang sengaja mengajakku tidur,namun aku cenderung lebih suka dengan siswi berjilbab yang cantik, sehingga saat aku tidur dengan mereka aku mewajibkan mereka memakai jilbab, walaupun begitu ada beberapa kawanku yang pada dasarnya berjilbab pernah kutiduri. karena kegemaranku akan wanita berjilbab maka banyaklah siswi2 sekolahku yang tadinya berpakaian sexy menjadi mengenakan jilbab tapi dengan pakaian yang sedikit ketat sehingga menonjolkan lekuk lekuk tubuhnya dengan tujuan untuk menarik hatiku sehingga akhirnya ramailah siswi2 berjilbab disekolah yang melayaniku disekolah bahkan dikelas dengan buah dada mereka yang dengan mudahnya kuremas2 dengan gratis dibalik jilbab mereka. Dan setiap kali mereka tidur
    dengan aku dan rela melayaniku disekolah dengan pelukan dan remasan tanganku pada bagian2 tubuhnya, keesokkan harinya orang tuanya naik jabatan.


    Tahun Ajaran Baru


    Hari ini adalah adalah hari pertama sekolah, kini aku sudah kelas 3
    IPA. Banyak sekali siswi-siswi baru, yang baru masuk kelas 1. Aku
    mengincar mereka siapa tahu ada gadis berjilbab yang cantik.


    Aku melihat ada siswi berjilbab yang cantik bernama Heni, langsung saja aku coba mendekatinya.



    “Heni.. dipanggil oleh Tommy”, temanku Ken berkata pada Heni.


    “Oh Tommy pemilik sekolah ini yah”, Heni menjawab dengan senang.

    Tentu saja ia senang karena itulah tujuan dia sekolah disini.


    Pada jam istirahat, aku memanggil Heni ke sebuah ruangan kosong.heni ini wajahnya lugu sekali dengan jilbab dikepalanya dan buah dada sedang yang masih tumbuh menonjol dibalik jilbabnya.
    Disana aku merayu Heni, dan mencoba berkenalan dengan dia. Dan akhirnya
    aku mencoba mencium dia.


    “Tommy..”, balas Heni sambil menciumku juga.


    Aku mencoba memasukkan tanganku menyelusup kebalik jilbabnya lalu membuka dua buah kancing bajunya lalu lenganku menelusup kebalik branya dan memegang langsung buah dada kanannya, aku bisa merasakan putingnya yang menonjol. Astaga susunya
    kenyal sekali, rasanya tanganku seperti memegang karet saja, kenyal
    sekali. Aku meremas - remas susunya sambil menciumi bibirnya


    “Ahh..”, desah Heni yang begitu bernafsu.


    Tiba-tiba pintu terbuka, aku menengok dan melihat guru baru.

    “Hei apa yang kalian lakukan, cepat kembali ke kelas”, teriak guru tersebut.

    Astaga baru kali ini ada yang memarahi aku, guru tersebut tidak
    mengetahui posisiku di sekolah ini, bahwa aku sebagai raja di sekolah
    ini. Dengan rasa dongkol aku kembali ke kelas.


    Aku memberitahu Ken temanku agar menghukum guru tersebut. Kemudian
    Ken menghubungi Kepala Sekolah agar mereka bertemu. Kemudian Kepala
    Sekolah, Ken dan guru tersebut yang bernama santi bertemu. Kepala
    Sekolah menyampaikan bahwa tidak ada yang boleh mengganggu Tommy di
    sekolah, dan guru tersebut harus dihukum. Jika tidak mau dihukum, maka
    keluarga santi akan dihancurkan perekonomiannya, mereka akan menjadi
    gelandangan. santi yang baru berumur 19 tahun dan sedang kuliah di IKIP dan menjadi guru honorer di sekolah ini dengan terpaksa
    menyetujuinya. dengan dongkol aku memperhatikan tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung rok panjangnya. ibu guru baru ini kuperhatikan cantik juga, wajahnya putih, manis, dan tampak anggun dengan jilbabnya yang dijulurkan menutupi dadanya yang lumayan menyembul dibalik jilbabnya dan rok panjangnya, "asiik mau nyicipin ibu guru baru ini ah besok" dalam hatiku.


    Hukuman Hari Pertama


    Hari ini adalah hukuman untuk guru cantik bernama santi. Pada jam
    pertama ini, aku belajar biologi diajar oleh santi. Ketika ia masuk,
    Ken memberitahu bahwa ia harus mengajar tanpa pakaian, tapi aku menolak, aku ingin bu santi tetap berjilbab tapi selebihnya telanjang. Tentu saja bu santi menolak, ia tidak
    mau dan ingin keluar dari sekolah ini, tapi karena kugunakan pengaruhku dan kuperintahkan kepala sekolah untuk mengancam keluarganya
    akan menjadi gelandangan, akhirnya bu santi pasrah dan mau menuruti. Dengan berurai air mata, perlahan lahan ia membuka peniti jilbabnya, namun aku segera menggertak " bu santi, jangan dibuka jilbabnya, dipake aja tapi disampirin kepundak, trus buka pakaian pelan2 dari yang paling bawah"kataku. bu santi akhirnya pasrah, ia mengenakan kembali peniti jilbabnya lalu menyampirkan jilbab yang menjulur menutupi tonjolan buah dadanya yang indah kepundaknya, lalu bu santi menurunkan rok panjangnya, wuih mata anak laki2 satu kelas melotot tak berkedip, guru muda ini sungguh mulus sekali bagian bawah tubuhnya pahanya yang bersih dan celana dalam pinknya menjadi perhatian kawan2ku, lalu bu santi melanjutkan membuka kancing kemejanya dengan gemetar dari bawah satu persatu. Terlihat bahwa tubuhnya dengan tinggi 166 cm
    dan berat 47 kg, mempunyai kulit yang putih sekali. buah dadanya yang cukup berisi seakan2 ingin loncat keluar dari branya. wuih kawan2ku bersorak kegirangan, baru kali ini dalam hidup mereka mereka bisa melihat ibu gurunya hanya mengenakan jilbab bra, celana dalam dan kaus kaki.


    “Bu Cindy, lepas BH dan Celana dalamnya”, teriak Ken.


    Dengan ragu-ragu ia melepas BH yang berukuran 34B dan celananya,
    terlihat ia memiliki susu yang cukup besar tetapi putih sekali
    dan bagian atas vaginanya yang mulus tanpa rambut kemaluannya, sehingga belahan vagina bu santi jelas tampak indah. aku begitu bernafsu, ibuguruku yang cantik ini hanya mengenakan jilbab dikepalanya namun selebihnya telanjang, buah dada dan vagina ditubuh ibu guruku yang telanjang ini betul2 membuat penis kawan2 satu kelasku mengeras. lalu dengan menunduk penuh malu bu sanati menutupi kedua buah dada dan vaginanya dengan tangannya yang langsung kubentak " bu santi jangan ditutupin dong, kan kita mau liat kecantikan bu santi sepenuhnya, ayo bu kita dah buang2 wakut lima belas menit nanti pelajarannya nggak selese." Dengan malu-malu ia melepaskan tangannya dari buah dada dan vaginanya, membiarkannya bergelantungan dengan bebasnya ditonton kawan2 satu kelas. ia mengajar kami selama 2 jam pelajaran dengan keadaannya yang telanjang yang hanya ditutup jilbab dikepalanya. Tentu saja perhatian anak-anak cowok tidak pada pelajarannya,
    tetapi mengaggumi tubuh telanjangnya. Santi mengajar dengan kacau balau,
    sambil menerangkan ia mencoba menutupi tubuhnya, tentu saja tidak bisa,
    karena ia harus mencatat di papan tulis dan harus menerangkan. Beberapa
    anak laki-laki dengan penuh nafsu meraba vaginanya, menepuk pantatnya, ketika melewati mereka. Cindy hanya
    bisa menerangkan sambil terisak-isak.


    Rasanya dua jam pelajaran berlangsung cepat sekali, berikutnya
    pelajaran matematika yang membosankan oleh Pak Ginanjar. Aku membisikan
    Ken, hukuman selanjutnya.


    “Bu santi, dua jam pelajaran ini, harus mengulum punya Tommy”, kata Tommy kepada Cindy.


    Ketika Pak Ginajar masuk kelas ia sungguh terkejut melihat bu santi yang hanya mengenakan jilbab namun selebihnya telanjang sedang jongkok dihadapanku, namun ia tak mampu berbuat apa2 mengingat akulah penguasa sekolah ini. pak ginanjar sepertinya juga mencari kesempatan dengan memperhatikan tubuh bu santi, bahkan sengaja m*****kah kesamping barisan mejaku sehingga bisa melihat tubuh ibu santi dari arah samping. pak ginanjar mulai menerangkan, dengan ragu-ragu bu santi jongkok
    dihadapanku. Kemudian ia membuka reseleting celanaku, dan mulai
    mengeluarkan penisku. Ia kemudian memegang kemaluanku, rasanya hangat
    sekali tangan bu santi. Ia mulai mengulum penisku.
    ah sungguh aku bernafsu sekali, kepala ibuguru cantik dengan jilbabnya ini kubelai2 sambil Ia memaju mundurkan mulutnya, rasanya enak sekali, sambil mendengarkan
    pelajaran matematika, sambil diurut penisku oleh mulut guru muda berjilbab ini. Sampai suatu kali rasanya ingin mengeluarkan sesuatu. Aku
    menarik jilbab santi, agar kepalanya bergerak lebih cepat.


    “Ah..”, desahku sambil mengeluarkan air mani kedalam mulutnya sebanyak mungkin.


    “Oupch..”, terdengar suara bu santi yang kehabisan nafas, harus menelan air maniku sambil menangis. Pak ginanjarpun seperti tak tega dengan ibu santi namun ia tidak bisa berbuat apa2, ditambah lagi, sepertinya pak ginanjar juga bernafsu melihat tubuh telanjang bu santi karena kulihat tonjolan dibalik celananya. aku angkat kedua lengan atas bu santi untuk membantunya berdiri lalu kusapukan tissu untuk menghapus air matanya, lalu kupeluk erat tubuh telanjang bu santi, sungguh kenyal rasa buah dadanya yang terhimpit didadaku "ibu nggak usah nangis, nanti setelah ibu menjalani hukuman ibu, aku janji bikin ibu bahagia" kataku. sepertinya walaupun bu santi sungguh2 membuatku bernafsu, tapi tangis diwajahnya sepertinya menumbuhkan cinta dihatiku.. tapi saat ini nafsulah yang memenangkannya sehingga aku tetap ingin mempermainkan bu guruku ini. lalu kugandeng bu santi menuju pak ginanjar. bu santi menunduk malu, dan pak ginanjar tak berkedip sedikitpun memperhatikan bu santi dari jilbabnya lalu turun ke buah dada telanjangnya lalu ke vaginanya dan kembali kesusunya." pak ginanjar, makasih yah untuk penjelasannya hari ini, sebagai balas jasa dari kita pak ginanjar boleh deh ngapain ajah sama bu santi, tapi hanya 15 menit yah, tapi pak ginanjar nggak boleh make vagina atau lubang pantat bu santi, soanya kedua lubang itu cuma buat aku... terserah tapi cuma lima belas menit" kataku. pak ginanjar dengan ragu2 tapi mau, mengangkat kedua tangannya lalu dengan gemetaran memegang kedua buah dada bu santi, bu santi yang cantik dengan jilbabnya hanya menunduk malu dengan wajahnya yang memerah karena malu namun justru itu menambah kecantikannya. pak ginanjar tak mau kehabisan waktu, segera ia pelorotkan celananya, tampaklah penisnya yang sudah mengeras, kawan2 sekelasku bersorak2 girang melihat pak gurunya bertingkah seperti binatang, lalu ditekannya pundak bu santi sehingga bu santi bertekuk lutut dihadapan pak ginanjar lalu bu santi ditidurkan dilantai, dan pak ginanjar meletakkan penisnya diantara belahan dada bu santi lalu kedua tangannya menekan buah dada bu santi menjepit penisnya dan pak ginanjar lalu menodok2kan penisnya diantara buah dada bu santi. kawan2ku berkerubung memperhatikan adegan ini, bahkan sebagian siswi2 kawanku berbinar2 matanya melihat penis pak ginanjar yang walaupun pelajarannya membosankan namun cukup tampan. selama hampir lima belas menit pak ginanjar menyodok2 belahan dada bu santi sampai akhirnya pak ginanjar menjerit " akkkahhhh akkkkahhh" yang disambut dengan air mani yang muncrat membasahi dagu dan jilbab bu santi yang melilit dilehernya. "yak cukup, waktunya habis" kataku. pak ginanjarpun melepaskan pegangan tangannya dari buah dada bu santi lalu berdiri dan meninggalkan kelas. aku menarik tangan bu santi dengan lembut untuk membangunkannya, lalu mengambil tisu untuk membersihkan sperma dari dada, dagu serta jilbab bu santi yang basah oleh sperma. lalu aku memakaikan lagi pakaian bu santi dari rok panjang dan kemejanya, namun sengaja aku tak mengenakan bra dan celana dalam ibu santi, " bu celana dalam dan bra pink ibu buat saya yah bu" kataku dengan senyum manis. bu santi hanya diam lalu aku menjulurkan kain jilbabnya menutupi buah dada bu santi yang putingnya menonjol dibalik kemejanya. bu santi yang begitu menggemaskan beberapa saat lalu sekarang tampak alim dan sangat anggun, aku menyukainya lalu kupeluk dengan erat bu santi lagi, ohh buah dada bu santi yang tidak mengenakan beha terasa sangat lembut. namun aku jijik, karena sperma pak ginanjar yang muncrat di wajah dan jilbab bu santi berbau menyengat, sehingga aku mengajak bu santi ke kamar mandi murid perempuan diikuti teman2ku. "bu, sperma pak ginanjar bau banget ibu saya mandiin yah bu" kataku. bu santi yang sudah terlalu malu hanya diam akhirnya kutelanjangi bu santi pakaiannya kubuka juga jilbabnya dan kuperintahkan temanku untuk mencuci jilbab bu santi. bu santi kini polos tanpa selembar benangpun, walaupun tak mengenakan jilbab bu santi tetap cantik dengan rambutnya yang panjang. aku sungguh2 mengagumi tubuhnya. kamar mandi itu penuh dengan kawan2 sekelasku sebagian ada yang memanjat bilik kamar mandi kanan dan kiri sehingga dari atas mereka bisa menontonku yang sedang menelanjangi bu santi, lalu kuambil segayung air dan membasahi tubuh bu santi sambil membelai2 tiap bagian tubuh bu santi. kawan2kupun tampak ingin menyentuh bu santi, akhirnya kuperbolehkan mereka ikut memandikan bu santi. kawan2ku antri karena sempitnya kamar mandi sehingga 5 orang dalam sekali waktu kuijinkan untuk menyabuni tiap tubuh bu santi tapi dasar laki2, tentu buah dada bu santi dan vaginanya menjadi sasaran sentuhan, bu santipun akhirnya tak sanggup lagi menahan birahi, dua puluh tangan bergantian meraba2 tubuhnya, meremas remas payudaranya menngelus2 belahan vaginanya, akhirnya bu santi mendesah2 sambil kumandikan, sampai akhirnya bu santi menjerit "akkhhhhsssss" ternyata bu santi orgasme karena rabaan kawan2 sekelas ditubuhnya, akupun senang melihat bu santi menikmati permainan kami sekelas. acara mandipun selesai, bu santi boleh mengenakan lagi kemeja dan rok panjangnya, juga jilbabnya yang sedikit basah karena baru dibersihkan kawanku dari sisa2 sperma pak ginanjar.

    akhirnya kami beramai2 membawa bu santi keluar dari kamar mandi dan membawanya kekantin sekolah. kantin sekolah masih sepi karena memang belum waktunya jam istirahat, tapi dasar anak smu sepanjang jalan bu santi dibuat sibuk menepis tangan2 kawan kawanku yang bergantian menjamahi bagiant tubuh bu guru berjilbab ini. "ah ibu jangan gitu dong, masa cuma tommi yang boleh pegang2 tubuh ibu, kan kita juga mau" kata kawanku dengan nakalnya sambil menyomot payudara bu santi dari balik jilbabnya. tentu saja bu santi marah lalu memukul tangan kawanku ini, dilanjutkan dengan menepuk tangan kawanku yang lainnya sebelum mendarat divagina bu santi. karena kesalnya akhirnya bu santi memeganti kedua payudaranya dengan tangan kirinya juga vaginanya dengan tangan kanan agar tidak dijamah kawan2ku. karena penuh nafsu dua orang kawanku memegangi tangan kanan dan kiri bu santi dengan menariknya ke samping pinggangnya. soni yang daritadi memegangi pantat bu santi langsung memeluk bu santi dari belakang sambil sebelah tangannya menyelusup kebalik jilbab bu santi lalu meremas payudaranya sedangkan tangan satunya memijat2 dengan sedikit kasar vagina bu santi, bu santi bergerak2 tak karuan mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan soni dan jamahan tangan kawan2ku. sampai dikantin akhirnya kuperintahkan kawan2ku mengakhiri kenakalannya. kasian juga aku sama bu santi. akhirnya kuperintahkan kawan2ku meninggalkan aku dan bu santi. aku membelikan bu santi makan siang dan teh hangat untuknya, dengan terisak2 bu santi menengguk teh hangat itu lalu air mata bu santi membuatku sungguh iba. "apa yang telah aku lakukan" kataku dalam hati. aku betul2 tak kuat melihat air mata seorang perempuan. akhirnya aku sadar, walaupun aku hanya seorang laknat budak nafsu tapi aku tetap punya nurani. aku menyadari kesalahanku dan meminta maaf kepada bu santi. namun, bu santi hanya menangis dan menangis. selesai makan kubawa bu santi kemobilku, lalu kuantarkan ia kerumahnya, namun sepanjang perjalanan dia hanya menangis tanpa berkata sepatah katapun kepadaku. aku berubah jadi teramat sangat sedih karenanya. akupun menyadari kelaknatanku tadi, lalu aku meminta maaf sekali lagi kepada bu santi, beruntung tadi aku masih bisa menahan diri sehingga walaupun bu santi telah teraniaya namun keperawanannya tetap terjaga. saat itu aku bertaubat, aku berjanji tak akan berbuat nista lagi dengan kekuatan yang kumiliki.

    aku mengantarkan bu santi kerumahnya, bu santi hanya turun dari mobilku dan diam sambil menangis m*****kah kerumahnya. akupun keluar dari mobilku aku mengejar bu santi sebelum masuk kerumahnya bu santi berbalik badan menatapku dengan air mata yang terus mengalir. aku menyesal lalu kukatakan kepada bu santi "bu, maafkan aku, aku nggak semestinya melakukan hal tadi, aku janji bu nggak akan begini lagi, aku nggak akan nyakiti perempuan lagi, aku akan menjaga kehormatan ibu dengan kemampuanku" kataku bersungguh2 dengan air mata penyesalan mengalir dipipiku. bu santi lalu tersenyum, dia menghapus air mataku dengan tangannya," syukurlah tom kalo kamu sadar, smoga masih ada jalan taubat untuk kamu, walaupun ibu teramat tersakiti yang teramat sangat dan sungguh merasa terhina, namun karena sudah menyadarkan kamu akan kesalahan kamu, ibu memaafkan kamu, jangan pernah kamu ulangi lagi tom" kata bu santi dengan tersenyum.

    kubalas senyuman bu santi dengan air mata berlinang, aku permisi pamit dan melajukan mobilku dengan menjerit2 dengan tangis dimataku yang penuh penyesalan. bu santi tidak jadi masuk kerumahnya, kulihat dari spionku bu santi menatapku dengan air mata berderai dipipinya. aku tak langsung pulang, aku masuk kemasjid, meraung2 menjerit2 sejadi jadinya sambil memohon ampun, aku tak peduli apa kata orang, setelah puas aku menangis aku pulang menemui kedua orang tuaku mengakui segala kesalahan yang membuat mereka terkejut apa yang telah kulakukan. aku memohon mereka untuk memberi pekerjaan baru kepada bu santi, dan keluarganya. orang tuakupun mengerti, mereka memaafkanku lalu besoknya mereka menawarkan pekerjaan baru sebagai guru kepada bu santi disekolah yang lain yang lebih baik dengan gaji yang lebih tinggi sebagai permintaan maaf mereka karena perbuatanku. bu santi berterima kasih kepada orang tuaku, akupun memohon maaf sekali lagi kepada bu santi. aku lalu meminta orangtuaku untuk memindahkanku kesekolah tempat bu santi mengajar, meninggalkan sekolahku, kawanku dan masa laluku yang hina untuk memulai kehidupan baru. aku berubah drastis disekolah baru, aku aktif dikegiatan agama, aku beribadah dengan khusuk, aku bahkan menjadi dekat dan menjalin hubungan baik dengan bu santi yang telah kuinjak2 kehormatannya. bu santi sejalan dengan waktu kagum melihat perubahanku yang drastis. setahun kulewati disekolah itu dengan penuh pertobatan, aku sering teringat masa laluku dan sering menjerit2 dikelas saat teringat masa laluku, bu santi yang mengerti akan masa laluku ini hafal sekali dengan perubahanku dan selalu mengajakku keluar kelas, membelikan minuman hangat dan mengajakku ngobrol untuk mengurangi beban perasaanku, guru2 disekolah baruku itupun sudah hafal dengan sakit psikis yang kualami tersebut, dan mereka semua paham dan selalu memanggil bu santi dan membiarkanku pergi kekantin berdua bu santi. semakin lama aku semakin mengagumi guruku ini dan aku jatuh cinta kepadanya, apalagi saat memandang wajahnya yang mendamaikan hatiku. akhirnya setelah aku lulus dari sekolah itu, aku berhasil masuk fakultas kedokteran UI. bu santi bangga sekali denganku wajahnya berseri2 membanggakan aku kepada guru2 lain, dia betul2 memaafkan aku dan melakukan perbuatanku terhadapnya dimasa lalu.

    malamnya hatiku betul2 dipenuhi cinta, bu santi betul2 merubah jiwaku, aku bertobat dan bersyukur kepada tuhan malam itu. seminggu setelah itu aku yang sudah berstatus alumni datang lagi kesekolah itu, aku naik kelantai dua, disalah satu kelas aku melihat bu santi sedang mengajar siswa kelas dua, wajahnya begitu indah dan anggun dengan jilbabnya yang mendamaikan hatiku. menj***** masuk jam istirahat dia baru menyadari kalau aku sedang mengamatinya dibalik jendela. bu santipun tersenyum ramah kepadaku, lalu mempercepat menyelesaikan pelajarannya, dan segera menemuiku tepat saat bel istirahat berbunyi.

    "tommi apa kabar, blum kuliah" kata buguru cantik ini

    "belum bu baru masuk sebulan lagi" kataku

    "bu ada yang mau saya bicarakan" sambungku

    "apa tom" lanjut bu santi dengan senyum manis

    "bu, terima kasih dengan apa yang ibu berikan kepada saya, juga saya ingin memohon maaf dengan segala masa lalu saya" kataku dengan penuh menyesal sambil menunduk.

    wajah bu santi tampak sedikit iba lalu ia tersenyum " sudahlah tom, ibu sudah memaafkan kamu, kamu sudah berubah menjadi lelaki dewasa yang dekat dengan tuhan setaun terakhir, dan ibu sangat banggu dengan kamu tom"

    "terima kasih ya bu" sambungku, lalu aku menatap wajah bu santi lekat2 " bu, sebetulnya setahun terakhir saya betul2 berterimakasih dan bahagia karena saya merasakan rasa sayang ibu terhadap saya sangat besar, saya berfikir, saya beribadah dengan khusuk, dan saya hanya bisa menangis terbayang wajah ibu yang mendamaikan hati saya, sekaragn saya sudah mulai mandiri, saya membuka restoran dengan bantuan orang tua saya, sehingga sekarang ini saya sudah berpenghasilan walaupun tidak terlalu banyak"

    bu santi hanya tersenyum sambil menepuk pundakku

    "bu saya mohon izin untuk melamar ibu menjadi istri saya" kataku dengan penuh kesungguhan

    bu santi diam sejenak, lalu menarik nafas dalam2 "ibu bangga dengan kamu tom, dan ibu bahagia setahun terakhir menjadi guru dan teman baik kamu" bu santi diam sejenak lalu menarik nafas panjang dan melanjutkan kalimatnya " ibu akan menerima permintaan kamu, dengan satu syarat "

    "apa syaratnya bu" sambungku dengan hati yang sedih dan berdebar2

    "tommi calon suamiku, kamu harus berhenti memanggil aku ibu, namaku santi" sambung bu santi dengan senyum dan air mata yang meleleh dipipinya.

    aku ambruk berlutut sambil memeluk diriku sendiri dan air mataku keluar dengan deras, aku tak mampu berkata2 aku ingin memeluk bu santi namun aku tahan, aku tak ingin menyakitinya lagi. bu santi ikut berlutut lalu mengangkat wajahku dengan kedua tangannya, tampak didepanku guruku yang sudah kunistakan, yang akan menjadi istriku, tersenyum kepadaku dengan cantiknya, ia menyeka air mataku dengan ibu jarinya. murid2 yang menyaksikan aku dan guruku ini sebagian menangis haru. bu santi mengangkat pundakku dan membuatku berdiri. aku menyeka air mataku, lalu tersenyum " bu santi, terima kasih". bu santi dengan lekas melotot dengan setengah marah tapi lucu dengan wajahnya yang cantik " tommi, calon suamiku sayang, namaku santiii bukan ibu" . akupun hanya tersenyum dengan lelehan air mata yang tak berhenti mengalir " iyah, santi" kataku. "nah sekarang kamu harus panggil aku sayang" sambung santi dengan wajahnya yang damai, lalu kuikuti keinginannya "iyah santi, sayang" sambil menyeka airmataku.

    seminggu setelah hari itu kamipun menikah, kami tinggal dirumah orangtuaku, santi tetap mengajar smu sambil menyelesaikan pendidikannya, dan aku kuliah kedokteran sambil mengurusi pekerja2 restoran milikku. sejak hari itu aku menyentuh santi dengan penuh cinta, aku melewati hari2ku dengan senyum kedamaian, wajahnya yang cantik dengan jilbabnya selalu membuatku semakin mencintainya, aku berjanji akan terus membahagiakannya dan menj****ya...
    >>> Jilbab Lover <<<
    Do not forget to say thanks ...

  2. The Following 7 Users Say Thank You to kebon For This Useful Post:


  3. #2
    Party Animal jakongsu's Avatar

    Join Date: Apr 2009

    Posts: 543

    Thanks: 77

    Thanked 2,520 Times in 264 Posts

    Default

    rada sadis ceritanya dan kurang logis

  4. #3
    Virgin abelbotaks's Avatar

    Join Date: Dec 2009

    Posts: 13

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    ndak ngerti pun...

  5. #4
    Virgin greenwine's Avatar

    Join Date: Jan 2010

    Posts: 6

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    emg ga ada matinya mas Kebon spesialis jil**b

  6. #5
    Virgin cahucul's Avatar

    Join Date: May 2009

    Posts: 37

    Thanks: 2

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    freak!!!!!!!!!!!

  7. #6
    Virgin koncone's Avatar

    Join Date: Jun 2010

    Posts: 39

    Thanks: 4

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    krennnnn....
    ga ada btasan wktu untuk tobattt

  8. #7
    Virgin birubiru's Avatar

    Join Date: Jul 2010

    Posts: 1

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    ah ceritanya cuman ngarang aja

  9. #8
    Tukang Ngintip hope13's Avatar

    Join Date: Jul 2009

    Posts: 107

    Thanks: 114

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    terlalu mengada ada

  10. #9
    Tukang Ngintip achilest's Avatar

    Join Date: Oct 2009

    Posts: 139

    Thanks: 19

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    anjrit terharu ane bacanya, sedih bgt gan ... hiks hiks hiks ... jadi kaya sinetron

  11. #10
    Tukang Ngintip achilest's Avatar

    Join Date: Oct 2009

    Posts: 139

    Thanks: 19

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    cacat ,,, --------------------------------------- >

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •