Maxbet  Ad
Indobokepz - Indonesian Movie and Picture Community

KlikJudi

AonCash AonCash
MacauOnlineBet tglplus
pokerclub BandarJakarta
Royal188 Fairbet88
Royal188 raja303

 

Results 1 to 2 of 2
  1. #1
    Virgin qpwoei's Avatar

    Join Date: Jun 2011

    Posts: 19

    Thanks: 0

    Thanked 74 Times in 11 Posts

    Default Ganasnya Supirku

    Kisah ini terjadi sejak setahun yang lalu dan herannya
    aku tidak dapat melepaskan dirinya dari
    sisiku. Panggil
    saja aku Emma. Sejak usiaku 20 tahun aku
    menjadi bintang
    iklan dan foto model, dan saat ini usiaku 27
    tahun jadi
    sudah 7 tahun aku malang melintang di dunia
    modelling.
    Sejak aku sibuk menjadi model, ayah
    memberiku sebuah
    mobil sedan dan aku sendiri yang menyupirnya.

    Karena makin lama aku makin banyak iklan
    yang
    kubintangi, otomatis kesibukanku juga makin
    bertambah.
    Kalau pulang ke rumah pasti di atas jam
    12.00 malam.
    Karena terlalu sering pulang malam habis
    syuting dan
    tidak enak karena mengganggu tetangga tempat
    tinggal
    ayah, atas persetujuan ayah dan ibuku, aku
    menyewa
    apartemen di daerah Kuningan dari hasilku
    menjadi model.

    Akhirnya sejak 2 tahun lalu aku tinggal di
    apartemen
    beserta seorang pembantu (Menik). 6 bulan
    aku sudah
    tinggal di apartemen itu. Suatu malam ketika
    aku pulang
    secara tidak sadar aku menubrukkan mobilku
    ke pohon,
    untungnya aku tidak cedera berat, namun hal
    itu membuat
    diriku trauma untuk membawa mobil sendiri
    dan selama
    hampir 3 bulan, aku menggunakan Taxi untuk
    mengantarku
    syuting iklan.

    Pada suatu hari, temanku mengajurkan untuk
    menggunakan
    jasa supir. Akhirnya setelah kutimbang-
    timbang, suatu
    hari temanku mengantarkan supir ke
    apartemenku. Pada
    awalnya aku agak ragu setelah melihat wajah
    (sebut saja
    David) untuk menjadi supirku. Terus terang
    aku agak
    takut karena dia berasal dari Timur
    Indonesia, orangnya
    berkulit hitam legam, usia sekitar 53 tahun,
    orangnya
    tinggi besar dan berbulu. Namun kata
    temanku, dia biasa
    mengendarai mobil-mobil otomatic dan pernah
    menjadi
    supir dari salah satu kedutaan. Akhirnya
    dengan segala
    pertimbangan David resmi menjadi supir
    pribadiku.

    Sejak saat itu aku berpikir untuk memilih
    mobil baru,
    karena mobil sedan yang ayah belikan untukku
    tidak
    pernah kuperbaiki sejak kecelakaan tersebut.
    Mobil yang
    kugunakan adalah keluaran Korea. Dan memang
    rupanya
    David selain ahli dalam menyupir
    (menyupirnya tenang dan
    hati-hati), sopan terhadap diriku (jadi
    bodyguard-ku),
    ternyata dalam hal melayani nafsu seksku dia
    juga ahli.

    Kejadiannya kira-kira satu tahun lalu, malam
    itu jam
    02.30 aku pulang dari acara pembubaran
    panitia iklan
    salah satu produk makanan. Karena pada acara
    tersebut
    ada minuman yang memabukkan, aku agak
    sempoyongan ketika
    dipapah temanku masuk mobil dan Pak David
    terkaget-kaget
    dari tidurnya. Setelah itu David langsung
    menggantarku
    pulang ke apartemen.

    Dalam keadaan setengah mabuk, berat rasanya
    untuk naik
    lift sendiri, setelah sampai di parkiran
    apartemen,
    kuminta David mepapahku ke kamarku di lantai
    37. Tubuhku
    mengelayut di tubuh David. Sampai di pintu
    kamar, kunci
    kamar lepas dari tanganku karena aku makin
    pusing.
    Dengan cekatan David mengambil kunci yang
    terjatuh,
    secara otomatis tubuhku juga lunglai dan
    dengan cepat
    juga David membopong tubuhku, lalu membuka
    pintu dan
    masuk apartemen. Aku dibopong hingga masuk
    kamar
    tidurku, lalu direbahkannya tubuhku di
    tempat tidur.
    David lalu keluar kamar tidurku.

    Setengah jam kemudian karena aku tidak dapat
    tertidur
    akibat kepalaku pusing dan aku merasakan
    mual ingin
    muntah, aku berteriak memanggil Menik
    pembantuku untuk
    membantuku bangkit. Tapi yang masuk kamar
    bukan Menik
    melainkan David.
    "Ada apa Non..? Menik khan lagi pulang
    kampung.."
    "Oh.. iya.. aku lupa.. tolong.. Pak.. saya
    mau muntah."
    "Kemana.. Non..?"
    "Tolong.. ke kamar mandi.."
    David lalu membopongku ke kamar mandi.
    Sampai di sana
    aku pun langsung muntah.

    Setelah selesai, David membopongku kembali
    ke kamar
    tidur, namun secara tidak sengaja rok yang
    kukenakan
    tersingkap hingga terlihat celana dalamku
    yang berwarna
    hitam model cawat oleh David disaat dia
    merebahkan
    tubuhku di tempat tidur. David pun langsung
    berubah
    menjadi buas dan kasar. Dia langsung
    menggosokan
    tangannya di pahaku yang putih mulus dan
    vaginaku yang
    masih tertutup celana dalam diremas oleh
    tangannya. Aku
    hanya dapat mendesah dan tidak dapat berbuat
    apa-apa
    untuk menolaknya, karena badanku yang lemas
    sehabis
    muntah.

    David pun makin kasar, celana dalamku
    langsung ditarik
    ke bawah hingga betis lalu jari-jarinya
    mulai dimainkan
    di vaginaku. Aku hanya dapat melengguh dan
    mendesah
    ketika jarinya dimainkan di vaginaku.
    "Ahhh.. aahh.. sshh.. sshhh.. awghh.."
    Jari-jari tangan David ditusukkan makin ke
    dalam
    vaginaku. Aku sama sekali tidak dapat
    berbuat apa-apa
    terhadap apa yang David lakukan padaku
    karena pusing di
    kepalaku makin berat dan tubuhku sama sekali
    tidak
    bertenaga. Karena aku tidak dapat berpikir
    jernih, David
    makin menggila menguasai tubuhku.

    David mulai menjilati pahaku yang putih nan
    mulus, makin
    lama makin ke atas hingga liang vaginaku
    terjilat oleh
    lidahnya yang agak kasar permukaannya. Aku
    makin terbawa
    arus kenikmatan dan bukannya berontak
    terlebih-lebih
    ketika lidahnya menemukan biji klitorisku
    dan
    disedot-sedot oleh lidahnya hingga aku pun
    melintir dan
    menggelinjang nikmat.
    "Arhh.. arghh.. sshh.. sshhh.. oohh..
    oohh..! Pak..
    David.. terus.. Pak.. trus..!"
    Aku malah berceracau tidak karuan. David pun
    makin
    menyedot klitorisku lebih gila karena
    kusuruh.

    Setelah hampir 15 menit lamanya vaginaku
    disedot oleh
    David (supirku), aku pun berontak, dimana
    kepala David
    yang ada di s*****kanganku kuremas dan
    keluarlah dari
    vaginaku cairan yang langsung dijilat dan
    ditelan habis
    oleh David hingga tidak bersisa. Tubuhku
    makin lemas
    setelah cairan yang keluar dari vagina
    dengan banyak.
    Hal ini berbeda dengan David yang makin
    ganas, bajuku
    langsung dirobek, begitu juga BH-ku hingga
    aku
    benar-benar bugil dibuatnya. Payudaraku yang
    36B
    terbungkus kulit putih bersih nan mulus
    terbuka tanpa
    penutup, dan terus terang baru sekali ini
    aku bugil
    dilihat oleh seorang laki-laki seumur
    hidupku, dan yang
    beruntung adalah supirku sendiri. Pacar-
    pacarku
    terdahulu pun belum seuntung supirku.

    David yang belum puas menikmati klitorisku
    tadi,
    langsung melepaskan baju dan celananya
    hingga bugil.
    Mataku langsung melihat batang kemaluan
    David yang
    panjang, gede, besar dan hitam menggelantung
    dengan
    tegang dan keras di antara pahanya yang
    kulitnya hitam
    legam. Saking hitamnya tubuh David, sampai
    terlihat
    mengkilap karena keringatnya mulai menetes
    dari
    pori-porinya.

    David lalu naik ke atas tubuhku dan jongkok
    di perutku,
    batang kejantanannya menggelantung tepat di
    wajahku. Aku
    mulai berontak, kugelengkan wajahku, aku
    tidak mau
    menggulum kejantanannya, karena selain hitam
    dan besar,
    penis David mengeluarkan bau yang agak aneh.
    Tapi David
    rupanya lebih pintar, hidungku dibekap oleh
    tangannya
    sehingga aku sulit bernapas, mau tidak mau
    aku harus
    bernapas dengan mulut.

    Begitu mulutku terbuka untuk bernapas,
    tangannya yang
    memegangi penisnya langsung menyodokkan
    kejantanannya
    masuk mulutku. Aku pun tersedak oleh
    batangnya yang ada
    di mulutku. Aku berusaha berontak, namun
    lagi-lagi
    hidungku dibekap hingga disaat mulutku
    terbuka makin
    lebar batangnya ditekan lagi lebih ke dalam
    mulutku. Aku
    makin tersedak karena batang David rasanya
    menyentuh
    amandelku. Namun rupanya walau sudah
    menyentuh
    amandelku, batang kejantanan David belum
    sepenuhnya
    masuk dalam mulutku. David mencoba
    menyodokkan lebih ke
    dalam lagi batangnya dalam mulutku hingga
    terasa sampai
    kerongkonganku hingga aku terbatuk-batuk.

    David lalu melonggarkan dengan menarik
    kemaluannya
    sehingga aku dapat bernapas, tapi lalu dia
    menyodokkan
    lagi penisnya masuk ke dalam mulutku hingga
    aku
    tersengal dan terbatuk-batuk lagi, sedangkan
    hidungku
    tetap ditutup oleh tangannya. Otomatis
    mataku mulai
    berair menahan rasa sakit di kerongkonganku.
    David terus
    melakukannya selama hampir 1 jam sampai
    cairan putih
    kental, rasanya aneh dan berbau memenuhi
    mulutku.

    Aku berusaha mengeluarkan cairan itu dari
    mulutku dengan
    menahan napas agar cairan itu tidak masuk,
    tapi David
    menyodokkan lagi kemaluannya sehingga cairan
    yang bau
    dan rasanya aneh tertelan juga yang
    membuatku
    terbatuk-batuk.
    "Nah.. gitu dong... Bu. Cairan David.. harus
    Ibu telan.
    Gimana rasanya, enak.. khan..?"
    "Bangsat loh.. Sialan loh Vid..! Keluar kamu
    dari rumah
    saya..!"
    Kumarahi dan kumaki David yang telah
    menyiksaku. Memang
    pada saat David menjilati klitorisku, aku
    merasakan
    nikmat, namun hal yang baru saja dia perbuat
    terhadapku
    membuat diriku tersiksa.

    Namun David rupanya semakin gila dan ganas.
    Tubuhku lalu
    ditariknya ke sisi tempat tidur, kakiku
    direnggangkannya
    dan diletakkan di pundaknya. Batang
    kemaluannya
    ditempelkan pada vaginaku, lalu dengan
    jarinya dibukanya
    vaginaku dan dimasukkan kejantanannya ke
    dalam vaginaku.
    Vaginaku yang masih rapat karena belum
    pernah dimasuki
    kemaluan siapa pun merasa seperti dirobek.
    Aku meringis kesakitan, "Akh.. akhh.. sakit
    Vid..
    sakit..!"

    Kejantanan David mulai membongkar vaginaku
    yang masih
    rapat dan sempit. Disodokkannya batangnya
    yang hitam,
    panjang dan besar itu ke vaginaku.
    Aku dibuatnya menjerit-jerit menerima
    sodokan itu di
    vaginaku, "Akh.. sakit Vid.. kontolmu besar
    sekali.."
    "Gimana Bu rasanya..? Nanti juga enak kok..
    Bu.."

    Payudaraku yang ranum, terbungkus kulit yang
    putih
    bersih pun dan ukurannya 36B sudah dilahap
    oleh
    mulutnya, dicucup, disedot dan digigit
    putingnya. Aku
    makin lama makin menggelinjang mengikuti
    irama
    permainannya. Walaupun tubuh David hitam
    legam sedang
    berada di atas tubuhku yang putih mulus,
    makin lama
    permainan kami membuat tubuhnya mengkilat
    karena
    keringat yang menimbulkan aroma bau yang
    tidak enak,
    yang membuatku ingin muntah lagi, namun
    vaginaku rasanya
    makin enak setelah semua batangnya masuk ke
    vaginaku.

    "Argh.. argh..! Vid, kontolmu enak sekali..
    walau
    tubuhmu bau.. keringat.. argh.. arghh..
    Trus.. Vid..
    trus..! Kontolmu nikmat sekali.."
    David terus menghujamkan kemaluannya ke
    dalam vaginaku.
    Perasaan ini sama sekali belum pernah
    kurasakan dalam
    hidupku. Tapi karena nikmatnya, aku merasa
    tidak
    memperdulikan apakah laki-laki yang
    menikmati vaginaku
    itu supirku sendiri.

    David pun juga terus melumatkan payudaraku
    dengan
    putingnya digigit-gigit, yang membuatku
    makin
    menggelinjang.
    "Vid.., gila..! Enak buanget kontol lu,
    argh.. argh..!"
    kataku menanggapi kelakuannya.
    "Bu.. memek Ibu juga.. nikmat banget..!
    Kontol saya
    kayak diperas-peras..! Enak buanget.. Bu."
    jawabnya
    sambil terus melakukan gerakan yang
    membuatku terasa
    nikmat.

    Hampir satu jam kemudian, vaginaku terhujam
    batang
    kejantanannya David. Aku pun memberontak dan
    mengelepar
    ke kiri dan kanan, sambil kujambak rambutnya
    yang hitam
    ikal. Vaginaku terasa sakit luar biasa
    dengan
    mengeluarkan cairan putih kental dan
    berdarah, namun
    nikmat bukan kepalang. Cairan itu membasahi
    kemaluan
    David yang masih tertanam di vaginaku.
    Saking banyaknya
    cairan itu sampai keluar hingga meluber ke
    pahaku.

    "Argh.. arghh.. Vid. Aku keluar nich..!
    Argh.. argh..
    sakit Vid, namun.. enak buanget deh..! Aku
    sampe.. lemas
    nih..! Argh.. argh..!"
    Tubuhku pun lemas tidak berdaya dengan
    tetesan cairan
    putih kemerah-merahan di vaginaku yang
    tumpah ke seprei,
    membuatku agak panik begitu melihatnya.
    "Vid..! Aku kenapa..? Kok ada.. darahnya..
    juga..?"
    "Ya.., memang Bu. Vagina Ibu sudah sobek.
    Jadi
    berdarah.., Ibu bukan perawan lagi."
    "Hah..? Aku tidak perawan lagi..? Kamu apain
    sih..!"
    "Tenang Bu..! Kalau ada apa-apa, David
    tanggung jawab."
    "Ya sudah."

    Aku pun langsung lemas lagi karena tetesan
    itu masih
    mengalir. Namun aku tidak berbuat apa-apa
    ketika badanku
    diputar posisinya hingga aku menungging. Dan
    selama itu
    pun batang David masih tertanam pada
    vaginaku sehingga
    terasa agak perih. David lalu memompanya
    lagi
    kemaluannya keluar masuk vaginaku, makin
    lama rasa perih
    vaginaku hilang karena rasa nikmat luar
    biasa yang
    kurasakan pada vaginaku. Aku merasa kalau
    batang
    kejantanan David rasanya lebih tertusuk ke
    dalam lagi
    hingga terasa ke perutku.

    Hampir 1 jam kemudian, aku pun mengeluarkan
    cairan lagi
    yang membuat diriku makin lemas tidak
    berdaya, yang mana
    banyak sekali cairan putih kental seakan
    tidak
    habis-habisnya dari vaginaku, tubuhku
    menjadi lunglai.
    "Akh... akh.. Vid... aku keluar lagi nich..!"

    Lima menit kemudian, akhirnya David pun
    sampai juga pada
    puncaknya. Namun karena posisi tubuhku yang
    sudah loyo,
    sehingga David tidak dapat melepaskan batang
    kemaluannya
    dari vaginaku dan secara otomatis cairan
    hangat pun
    mengalir dengan derasnya dari penisnya
    membasahi
    rahimku.
    "Bu.., aku keluar nich..! Aku.. keluar..
    argh.. argh..
    tapi.. nggak bisa dicabut dari memek Ibu.."
    Aku tidak berbuat apa-apa atas tindakan
    david membuang
    sperma di rahimku, karena rasa hangat dan
    nikmat yang
    kurasakan, aku hanya tersenyum.
    "Vid. Hangat sekali sperma kamu. Argh..!"

    Setelah cairan sperma David membasahi
    vaginaku, dan
    setelah dia mengubah posisi tubuhku,
    akhirnya batang
    kejantanannya terlepas juga dari vaginaku.
    Lalu
    ambruklah tubuh David di atas tubuhku yang
    sangat lemas.
    Kami pun tertidur lemas tidak berdaya.

    Aku terbangun sekitar jam 06.00 pagi. Disaat
    terbangun,
    aku terkaget-kaget melihat David, supirku
    sedang
    tertidur telanjang di sampingku. Aku pun
    langsung loncat
    dari tempat tidurku, saat itu aku ingin
    sekali
    membangunkan dan memarahinya, namun setelah
    kuingat lagi
    peristiwa yang David lakukan padaku
    malamnya, aku malah
    tersenyum senang. Lalu kudekatkan tubuhku
    yang juga
    bugil, kusandarkan kepalaku dekat kemaluan
    David, lalu
    mulai kujilati dan kukulum batang
    kejantanannya. Ada
    sisa-sisa sperma yang rasanya agak asin
    terjilat olehku.
    5 menit kemudian ketika batang David yang
    hitam legam
    sedang kusedot-sedot, David pun terbangun,
    aku pun
    menyudahi tindakanku.

    "Akh.. Vid.. batangmu..enak..sekali, tadi
    malam memekku
    kamu.. apain..? Enak sekali deh..! Saya mau
    kalau kamu
    lakukan lagi kapan-kapan."
    "Akh.. Ibu. Kalau begitu saya siap main
    lagi. Semua
    terserah Ibu.., tapi.. Ibu nggak marah sama
    David khan
    kalau vagina Ibu saya rusak..?"
    "Nggak Vid. Ibu malah menikmatinya. Kamu..
    mau nggak
    nemenin Ibu mandi..?"
    "Kalau Ibu mau.., saya mah ayoo aja.."
    "Yoo.. Vid..!"
    Aku dan David bermain lagi di kamar mandi
    sekalian
    membersihkan tubuh kami.

    Sejak saat itu, aku dan David hampir tiap
    malam
    melakukan hubungan suami istri. David,
    selain menjadi
    supirku kini menjadi budak nafsu seksku, dan
    sudah
    hampir 9 bulan hubunganku dengan David. Aku
    pun berharap
    dapat hamil dari benihnya David, supirku.

  2. The Following 2 Users Say Thank You to qpwoei For This Useful Post:


  3. #2
    King of Sex mafiaperadilan's Avatar

    Join Date: Jun 2011

    Posts: 12,245

    Thanks: 15

    Thanked 9,690 Times in 521 Posts

    Default

    wow..ceritanya lumayn hot juga nie mas bro..

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •